24 Januari 2012

Dalil Pakaian Pria

Assalamu alaikum wr wb.

Perkenankanlah kami bagi-bagi ilmu Agama yang diambil dari Al Hadits, yang membahas tentang pakaian kaum Pria. Maaf ! kalau baca harus sampai habis (jangan setengahnya).Hehehe.....
Suatu hari saya mendengar dari seorang Ustads lewat salah satu Radio di Bandung. Yang membahas masalah "Pakaian Pria".
Seorang pendengar bertanya via Tlp :
Pertanyaan : Pak Ustads dalil mana yang dipakai bahwa pakaian (celana atau kain sarung) pria muslim itu diatas matakaki.
Jawab Ustads :  Menurut (HR Buchari): "Tidak akan masuk surga jika memanjangkan pakaiannya dibawah mata kaki karena sombong."
Keterangan Ustads:
Dalilnya sohih tapi yang ditekankan bukan masalah pakaiannya yang panjang sampai dibawah mata kaki itu, melainkan "sombongnya". Jadi yang dimaksud hadits tersebut adalah tidak akan masuk surga seorang itu jika dalam hatinya sombong. Yang "tersurat" memang demikian tapi asalkan yang "tersirat" dalam hati kita tidak sombong itu tidak masalah.
Kesimpulan Bapak Ustads : Memanjangkan pakaian dibawah matakaki itu tidak apa-apa asalkan dalam diri kita tidak sombong.

KETERANGAN PAK USTADS INI BERBEDA DENGAN HADITS - HADITS DIBAWAH INI.
 
1. Keterangan lebih detail tentang ukuran pakaian.

Nabi bersabda : Pakaian orang muslim sampai setengah betis, dan tidak apa-apa atau tidak dosa diantara kedua mata kaki, apa-apa yang ada dibawah mata kaki adalah bagaian dari neraka, barang siapa yang memanjangkan pakaian karena sombong maka Alloh tidak melihat pada orang tersebut di hari kiamat (HR Abu Dawud)
 
2. Memanjangkan pakaian itu sendiri sudah termasuk sombong. Tidak membedakan yang "tersurat" dan yang "tersirat".

Sabda Nabi : "Angkatlah pakaianmu sampai setengah betis, bila menolak kamu (tidak mau sampai setengah betis) maka sampai kedua mata kaki, takutlah kamu pada memanjangkan pakaian, sesungguhnya memanjangkan pakaian termasuk sombong"  (HR Abu Dawud)
 
3. Prakteknya Nabi Muhammad ketika masih hidup.

Dari Abihuroiroh : Suatu ketika Rosulullohi Saw memerintah pada seorang laki-laki (Rojul A) yang baru selesai sholat untuk berwudhu lagi, kata Nabi : pergilah dan wudhulah, maka pergi dia Rojul A dan berwudhu, kemudian datang dia kepada Nabi, lalu Nabi berkata lagi (diulang) pergilah dan berberwudhulah, kemudian pergi dia untuk berwudhu, kemudian datang lagi kepada Nabi, maka berkata Nabi kepada Rojul A pergilah untuk berwudhu, setelah tiga kali  melakukan demikian kemudian si Rojul lain (Rojul B) disisi Nabi bertanya kepada Nabi, ya Rosululloh ? kenapa Engkau memerintah pada Rojul A untuk berwudhu kemudian diam Engkau kepada Rojul A tanpa memberi penjelasan?. Lalu menjawab Nabi, sesungguhnya Rujul A tadi sholat dengan memanjangkan pakaiannya sampai menutupi kedua mata kaki, sesungguhnya Alloh Yang Maha Luhur tidak menerima amalan sholat orang laki-laki yang memanjangkan pakaiannya. (HR Abu Dawud)

4. Kasus lain jaman Kolifah Umar Bin Khotob.

Dalam bab pangkatnya Umar dalam Islam dan terbunuhnya Umar Bib Khotob. Ketika Umar Bin khotob ditusuk perutnya oleh Abu Luk luk dan dalam keadaan mau meninggal dunia ada seorang pemuda yang berpakaian dibawah matakaki sampai kena bumi, kemudian Umar memanggil kesinilah pemuda, isi nasehatnya demikian  "Hai anak saudaraku naikkan pakaianmu maka sesunggungnya mengangkat pakaian itu lebih suci pada pakaianmu dan lebih taqwa kepada Tuhanmu "........ (HR Buchari halaman 205, jilid 2 juz 4)  maaf haditsnya dicuplik karena kisahnya panjang sekali hampir dua halaman.

Dari keterangan Hadits tersebut silahkan memilih mana yang dipakai.
Mau mencontoh Rosululloh silahkan
Mau mengikuti nasehat Umar Bin Khotob juga boleh
Mau mengikuti pendapat dari Ustad Radio monggo kemawon.
Tidak memilih (Abstain) tidak apa-apa untuk menambah wawasan, tergantung kepada kefahaman masing-masing.
Mau mendiskusikan silahkan, tapi bukan untuk diperdebatkan.

KESIMPULAN :
Celana diatas mata kaki adalah bukan ciri : laskar Jihad, Jamaah Islamiah, Jamaah Tabligh, dll. Tetapi sunnah Rosululloh Saw. (bukan sesuatu yang aneh)
Sekali lagi mohon maaf disini kami bukan menggurui, bukan ceramah dll. Tetapi hanya sekedar bagi - bagi  ilmu Agama untuk direnungkan, syukur - syukur kalau diamalkan.

Semoga Alloh memberi manfaat hidayah dan barokah
Wassalamu alakum wr wb.

Source: Milis LDII - ldii@yahoogroups.com
Read more »

Bahayanya Zina

LDII Stop Zina
Apasih yang di maksud ZINA???. Zina adalah hubungan sex/badan antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan perkawinan yang sah/resmi. Perbuatan yang sungguh di murkai oleh Allah dan mendapat murka dari Allah di dunia maupun di Akhirat, ingat dengan cantolan-cantolan dari para penasehat zaman dahulu:

"wong seng nglakoni zina, ndak kurop blos, ibarate enak e sak klenteng, lorone sak rendeng"

- Orang yang melakukan zina, tidak ada untungnya sama sekali, di ibaratkan enaknya satu klenteng (biji pohon kapuk) dan sakitnya sepanjang musim penghujan.
Jadi kesimpulan dari kata-kata diatas adalah, bahwa Zina lebih banyak menanggung sakit (dosa) dari pada enaknya. Nabi pun juga telah besabda dalah Al-hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi tentang bahayannya orang berbuat ZINA :

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: يا معشر المسلمين اتقوا الزنا فإن فيه ست خصال ثلاث في الدنيا وثلاث في الآخرة فأما التي في الدنيا: فذهاب بهاء الوجه وقصر العمر ودوام الفقر وأما التي في الآخرة فسخط الله تبارك وتعالى وسوء الحساب والعذاب بالنار* رواه البيهقي

Nabi SAW bersabda: "Wahai golongan orang Islam takutlah kalian berbuat zina, karena sesungguhnya dalam zina itu ada enam perkara (siksaan), tiga di dunia dan tiga di akhirat. Adapun tiga perkara di dunia: (1)Hilangnya wibawa, (2)Pendeknya umur, dan (3)Menjadi miskin selamanya. Adapun tiga perkara di akhirat adalah: (1)Murka Allah, (2)Jeleknya hisaban dan (3)Siksa neraka". Hadist Riwayat Baihaki

Bahayanya orang yang zina :
  1. Zina itu menghilangkan cahaya iman dari hati pelakunya
  2. Zina itu perbuatan buruk yang bias membawa kematian pelakunya (umurnya pendek)
  3. Penzina do’anya tidak di kabulkan oleh Allah
  4. Menyala-nyala api di wajah orang yang berbuat zina nanti di akhirat
  5. Orang yang berbuat zina di siksa dalam tungku besar yang nyala apinya menghancurlumatkan tubuhnya kemudian di kembalikan lagi jasadnya dan di hancurlumatkan lagi oleh nyala api yang berkobar-kobar , begitu terus menerus
  6. Orang yang berbuat zina baunya sangat busuk , menyakitkan sesama ahli neraka
  7. Ahli zina di hapus dari daftar orang-orang baik
  8. Allah tidak melihat kepada ahli zina dengan pandangan hormat
  9. Allah mengharamkan surga dan mengharamkan mencium bau surga kepada ahli zina

Akhir kata, hargai diri anda sekalian, janganlah sampai kita berbuat zina, sayang cantik dan ketampanan anda. Bila kita melakukannya, hilanglah surga dari diri kita, ingat kehidupan yang kekal hanya di akhirat, "karna di dunia kita cuman mamper ngombe ",di dunia cuman mampir minum. :
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Hayo...siapa yang berani Zina? Atau mengarah ke perzinahan?

Oleh: Zahri Tulungagung
Read more »

Tempat - Tempat Masuknya Syetan

Syetan masuk ke dlm diri seseorang untuk merusak dan menyesatkan itu melalui beberapa hal  yaitu :

1.الْجَهْلُ :  Kebodohan

Kebodohan itu mematikan hati dan membutakan penglihatan sehingga orang bodoh itu tidak mengerti mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang sunnah dan mana yang bid'ah mana yang halal dan mana yang harom, mana yang hak mana yang batal, begitu seterusnya. Karena keadaan yang demikian maka syetan memanfaatkan kebodohan ini untuk merusak dan menyesatkan manusia. Untuk itu Allah melarang menjadi orang yang bodoh. Allah berfirman didalam surat Al An'am ayat 35 Yang Artinya : " Dan jika Allah menghendaki, niscaya Allah mengumpulkan mereka di atas petunjukNya, maka jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang bodoh

Nabi Musa AS. Pernah berdo'a

Yang artinya : " Berkata Musa : aku berlindung kepada Allah bahwa aku termasuk orang yang bodoh "

2.الْغَضَبُ :  Marah

Marah itu termasuk tempat masuknya syetan yang besar dan perangkapnya. Syetan mempermainkan kemarahan seseorang dalam rangka menyesatkan pelajunya itu seperti anak kecil mempermainkan bola seenaknya, begitu mudahnya orang yang marah itu dipalingkan dari kebenaran sehingga bulut yang biasa sopan nisa mengeluarkan kata-kata yang jorok, kasar, bisa mencacimaki, mengumpat, mencela, mencemoh, dll. Anggota badannya bisa tak terkendali, sehingga memukul, menyerang, merobek-robek, melukai, membunuh dll yang jelek. Hati orang yang marah dipenuhi rasa dengki, iri hati, menyimpan dendam terhadap orang yang dimarahi.

" Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam : sesungguhnya aku mengerti satu kalimat yang kalu dia mengucapkannya niscaya hilang marah yang ia temui, yaitu : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

حُبُّ الدُّنْيَا .3 :  Cinta Dunia

Sesungguhnya syetan telah mengiasi dunia dengan gebyarnya dalam hati kebanyakan manusia sehingga mereka condong pada dunia dan merasa senang dengan dunia, mereka berlomba-lomba mencari dunia dengan sungguh-sungguh, dunia dujadikan tujuannya, mereka saling membenci dan saling dengki karena dunia. Maka iblispun memanfaatkan sedemikian rupa sehingga manusia menjadi sesat.

Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam

Yang artinya : " Sesungguhnya Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam Bersabda : demi Allah bukan fakir yang aku kuatirkan, tetapi aku kuatir terhadap dunia yang dibentankan kepada kalian seperti telah dibentankan kepada manusia sebelum kalian, maka kalian berlomba mendapatkannya seperti mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya, lantas dunia merusak kalian seperti halnya telah merusak mereka "

4. طُوْلُ اْلأَمَلِ :   Panjang Angan-Angan

Seorang hamba jika panjang angan-angannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan cenderung tidak pemperdulikan waktu, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang dia angan-angan oleh hatinya, meramalkan dunia dengan berbagai macam  usaha dan akan merobohkannya sendi-sendi kepentingan akhiratnya.

Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam

Yang artinya : " Dari Abi Huroirah berkata : aku mendengar Rosulullah bersabda : tidak henti-hentinya hati orang tua itu tetap muda dalam dua hal yaitu dalam cinta terhadap dunia dan panjang angan-angan"

Jika kita mengerti tinggal berapa sisa umur kita dan sudah berapa umur yang kita lewati nicaya kita akan hidup lebih berhati-hati dalam menggapai apa yang kita angan-angankan, dan niscaya kita lebih senang untuk menanam amal kita dan lebih senang memperpendek apa yang diingikannya.

Kita akan merasa keberadaan kita di dunia seperti orang asing atau seperti orang yang sedang menyeberang jalan. Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam :
Yang artinya : " jadilah kamu di dunia seolah-olah kamu itu orang asing atau yang menyeberang jalan."

Untuk itu Ibnu Umar berkata :

Yang artinya : " jika engkau ada pada sore hari jangan kamu menuggu datangnya waktu pagi, atau jika engkau ada pada pagi hari, jangan kamu menunggu datangnya sore hari, ambillah sehatmu untuk sakitmu dan hidupmu untuk matimu."

Bersabda Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam :

Yang artinya : " gunakan lima sebelum lima : gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu."

Ingat janganlah angan-anganmu sebagai tempat masuknya syetan untuk mempermainkanmu dengan adanya angan-angan yang muluk-muluk padahal kosong belaka, sehingga waktumu hanya habis kesibukan-kesibukan-kesibukan duniamu saja dan mengorbankan akhiratmu.

Oleh: H.M.Nuihung Arifin
Read more »

Jatuh Cinta

Setiap orang pernah mengalami apa yang disebut jatuh cinta. Umumnya, jatuh cinta itu terjadi pada lawan jenis. Berjuta rasanya. Tak ada satupun kata-kata yang bisa mewakili perasaan orang jatuh cinta. Sebutlah misalnya kata senang, gembira, bahagia, bergetar, berdebar, takut kehilangan, cemburu, ingin selalu bersama, semua terlihat indah dan menyenangkan, tetap saja tidak bisa mewakili seluruh nuansa yang namanya jatuh cinta. Biasanya yang lama diingat orang melalui jatuh cinta adalah kejadian-kejadian yang mengesankan, walau bersifat sederhana. Memegang tangan pasangan saja misalnya bisa membuat jantung berdebar. Melihat matanya yang dibalut senyum bisa membuat terkenang-kenang selamanya. Kata-kata pertama yang meluncur ketika menyatakan cinta kepada lawan jenis, bisa menjadi satu rangkaian kalimat yang terdengar di telinga setiap hari.

Inilah rangkaian peristiwa yang membuat jatuh cinta diidentikkan dengan perasaan (feeling). Banyak sudah lagu, film, sinetron, novel, syair, legenda, puisi yang lahir dari sumber cinta sebagai perasaan. Ceritanya tak akan ada habisnya. Coba perhatikan pengalaman jatuh cinta kita masing-masing. Ada kekuatan maha dahsyat yang ada di dalam diri, yang membuat badan, jiwa dan pikiran ini demikian perkasanya. Seolah-olah disuruh memindahkan gunung pun rasanya bisa. Disuruh mengecat langit pun mampu. Tak ada yang tak mungkin. Tak ada yang muskil.

Kekuatan cinta memang luar biasa. Tengoklah sejarah tentara Inggris yang demikian perkasa harus pergi dari India karena kekuatan cinta Mahatma Gandhi beserta pejuang lainnya. Negeri ini dideklarasikan secara amat gagah berani melalui cinta duet Sukarno-Hatta. Sulit membayangkan bagaimana seorang Jenderal besar Sudirman bisa memimpin pasukan melawan Belanda dengan badan yang sakit-sakitan, kalau tanpa modal cinta yang mengagumkan. Banyak usahawan yang berhasil menggunakan tenaga maha besar ini untuk menekuni seluruh pekerjaannya. Ibu yang mencintai keluarganya mengabdikan seluruh tenaganya untuk mencintai anak dan suaminya. Pekerja yang menyadari kekuatan ini menggunakannya untuk bekerja mencari harta di jalan-jalan halal, jalan cinta. Banyak orang yang dijemput keajaiban karena kemampuan untuk membangkitkan tenaga maha dahsyat ini. Maka tak heran pengarang buku The Path To Love, Deepak Chopra, menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Ia tidak semata-mata bertemunya dua hati yang cocok kemudian menghasilkan jantung yang berdebar-debar. Ia adalah tanda-tanda hadirnya sebuah kekuatan yang dahsyat. Persoalannya kemudian, untuk apa kekuatan dahsyat tadi digunakan.

Bermula dari pemahaman seperti inilah, maka saya terhenti pada salah satu sabda Rasulullah SAW yang begitu mendalam. Inspiratif, sehubungan dengan masalah jatuh cinta ini. Dari Anas ra., dari Nabi SAW beliau bersabda, “Ada tiga perkara barangsiapa tiga hal itu ada pada dirinya, maka ia menjumpai manisnya iman, yaitu jika Allah dan RasulNya lebih dicintainya ketimbang selain keduanya, dan jika cinta kepada seseorang, dimana tidak mencintainya kecuali karena Allah dan jika benci kembali kepada kekafiran sebagaimana benci apabila dilempar ke dalam api neraka.” (Rowahu al-Bukhary Juz I Bab Halawatul Iman). 

Rupanya Rasulullah SAW sudah jauh – jauh hari memberikan wejangan yang luhur, menyebutkan secara tersirat penggunaan kekuatan cinta dalam beribadah. Bahwa apa yang seseorang alami berupa jatuh cinta bukan melulu masalah dunia saja. Tetapi di dalam masalah agama juga bisa terjadi hal serupa. Kalau seseorang bisa jatuh cinta kepada lawan jenisnya dan memperoleh kekuatan maha dahsyat sehingga bisa melampaui segala rintangan dan cobaan sehingga tercapai tujuan, maka demikian juga dalam hal beroleh keimanan ini. Lihatlah Perang Badar, 313 orang iman bisa mengalahkan 1000 orang kafir yang bersenjata lengkap. Ini adalah bukti kekuatan cinta orang iman, ketika mereka sudah jatuh cinta di jalan Allah dan RasulNya. Hidup dipenuhi kemuliaan. Hidup penuh dengan kesadaran untuk menjalankan setiap perintah dengan sami’na wa atho’na. Mati bukanlah hal yang menakutkan, justru dengannya terbentang jalan lebar cinta untuk menemui Sang Kekasih yang sebenarnya; Allah SWT. Jika mereka kembali, maka kembali dengan penuh kesyukuran dan kepasrahan yang mendalam. Merenda kasihNya dengan cara menjalankan semua perintah dan menjauhi laranganNya. Selalu bangun, bersimpuh di 1/3 malam yang akhir. Semua berakar karena cinta dan diliputi kerinduan yang sangat, sehingga berulang dan mendalam. Dalam beribadah jalan cinta merupakan lorong terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Apalagi jika sudah benar – benar jatuh cinta.

Pendekatan jatuh cinta dalam beribadah memang luar biasa. Namun tidak gampang untuk bisa jatuh cinta dalam beribadah. Perlu perjuangan tersendiri. Mulai sekarang sadarilah bahwa jatuh cinta bukan sekedar masalah perasaan saja, temukan dan bangunlah jatuh cinta sebagai kekuatan spiritual. Jatuh cinta bisa digunakan sebagai sarana bagi orang yang berjalan menekuni lorong – lorong keimanannya untuk menemukan manisnya iman. Dan ada tiga jalan cinta yang saling menguatkan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas; cinta Allah – Rasul, cinta kepada seseorang karena Allah dan benci kembali pada kekafiran. Jatuh cinta sebagai kejadian spiritual, yang dituju adalah bergabungnya diri kita dengan Yang Maha Kuasa. Ketika kita menemukannya, kata manapun tidak bisa mewakilinya. Yang ada hanya : ahhhhh…subhanallah…sempurna!

Dari Zaid bin Tsabit r.a., dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang menjadikan dunia sebagai niatnya, Allah akan menjadikan kefakiran di depan matanya dan Allah akan cerai – beraikan kebutuhannya. Dan dunia tidak akan datang kepadanya, kecuali yang telah ditetapkan baginya. Dan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niatnya, Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya, Allah akan mencukupi kebutuhannya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk.” (Rowahu Ibnu Majah)
Oleh karena itu, mari kita jatuh cinta. Serupa dengan pengalaman jatuh cinta ketika kita masih muda, di mana semua unsur badan dan jiwa ini demikian kuat dan perkasanya, demikian juga dengan jatuh cinta sebagai kejadian spiritual. Dari sinilah sang Khalik kemudian menarik kita tinggi-tinggi ke rangkaian realita yang oleh pikiran biasa disebut luar biasa. Ia mendamaikan, menggembirakan, mencerahkan, mengagumkan dan menakjubkan. Nah, sesuai dengan maksud di awal tulisan ini, yaitu untuk mawas diri, sebenarnya sudahkah kita jatuh cinta secara spiritual ini, setelah sekian lama menyebut diri orang iman?  Jika belum, mari kembangkan diri lebih baik lagi, bukan target dan pencapaian – pencapaian tahunan yang kita cari, tetapi kematangan diri dalam persiapan kembali ke surgawi. Dan jalan – jalan cinta sudah menunggu, dengan sabarnya mereka menanti, kapan kita jatuh cinta di jalan Allah dan RasulNya ini.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah
Read more »

18 Januari 2012

Tips Keluarga Bahagia

image
Keluarga kaya, banyak. Keluarga terpandang, juga banyak. Belum lagi keluarga-keluarga lainnya yang dilabeli harmonis, berpendidikan, dan berencana. Namun, berapa banyakkah keluarga yang bahagia?
Sepertinya, kian hari keluarga bahagia makin sedikit. Kok bisa?
Banyak kasus pembunuhan, pertengkaran, dan persidangan yang melibatkan keluarga sendiri terjadi di sekitar kita. Anak membunuh ibu, ibu membunuh anak-anaknya, suami membakar istrinya, istri memutilasi suaminya, dan sebagainya.
Dunia ini terasa kacau dan tidak indah lagi dilihat. Bahkan, mungkin jadi tidak indah lagi untuk ditempati sehingga banyak orang memutuskan mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Naudzubillahi min dzaalik.
Saat ditanyakan penyebab semua kekacauan itu, muncullah pasal-pasal yang tidak bisa diterima nalar. Hanya gara-gara menangis terus, sang ayah tega membanting buah hatinya yang masih batita. Hanya gara-gara uang seribu rupiah, tukang parkir rela menghabisi temannya sesama tukang parkir. Gejala apakah ini?
Kalau kita telusuri, semuanya berawal dari rumah, dari keluarga, entah itu keluarga kaya atau keluarga miskin. Yang jelas, mereka tidak merasakan kebahagiaan di dalam keluarga.
Tidak ada senyum di tengah-tengah kebersamaan mereka. Tidak ada kehangatan yang menyelimuti kekakuan hubungan di antara mereka. Ke manakah mereka harus mencari kebahagiaan itu? Seperti apakah gambaran kebahagiaan yang seharusnya mereka rasakan bersama keluarga?
Siapa pun berhak bahagia. Seorang ibu berhak bahagia, demikian juga seorang bapak. Keduanya jadi sumber kebahagiaan anak-anak mereka. Kebahagiaan dimulai dari dalam rumah, dari keluarga. Lalu, seperti apakah keluarga bahagia itu?
 
Berikut ini dapat dikatakan sebagai tips keluarga bahagia.
Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Syukur
Hanya Allah -lah sumber kebaikan dan kebahagiaan. Maka, pujilah Dia dengan penuh rasa syukur atas kebaikan yang kita terima. Sesungguhnya, Allah tidak memerlukan pujian dari kita karena dengan dzat-Nya Dia Maha Terpuji. Jika kita bersyukur, itu hanya untuk kebaikan kita sendiri.
Manusia telah dianugerahi pendengaran, pelihatan, dan hati. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang bersyukur. Bersyukur di sini adalah mengoptimalkan anugerah yang telah diterima sehingga dengan potensi yang ada setiap orang memiliki modal sama untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak.
Jika yang terjadi adalah sebaliknya, berarti kita belum menjadi ahli syukur.
Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Sabar
Orang yang bahagia adalah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang senantiasa bersabar ketika dihadapkan pada ujian dan cobaan. Sesungguhnya, bersabar itu tidak ada batasnya. Hanya manusia sendiri yang membatasi kemampuannya untuk bersabar.
Bersabar memang bukan pekerjaan mudah, namun hal itu tidak mustahil untuk dilakukan.
Keluarga Bahagia, Keluarga Qanaah
Qanaah artinya merasa cukup dan merasa puas atas segala yang sudah didapatkan. Seseorang yang memiliki sifat ini akan selalu merasa cukup, tidak kekurangan. Namun, tidak berarti ia termasuk orang yang tidak memiliki mimpi, cita-cita, dan semangat untuk meraih sesuatu yang baru. Bukan itu.
Ia sama halnya dengan orang kebanyakan, memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Namun, ia memiliki kelebihan dalam hal menerima apa yang sudah ia dapatkan. Dengan demikian, insya Allah ia akan terhindar dari ambisi mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Taat
Sesungguhnya, kebahagiaan yang paling bahagia adalah panjang umur dalam ketaatan kepada Allah. Oleh sebab itu, biasakanlah kita berdoa agar dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang selalu ada dalam ketaatan kepada Allah.
Keluarga yang senantiasa menjalankan irama kehidupannya dalam ketaatan kepada Allah insya Allah ia akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah untuk semua ujian yang dihadapinya.
Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Nasihat-Menasihati
Orang yang ingin selalu mendapatkan keberuntungan dalam keluarganya akan sangat berjuang untuk memegang teguh keimanannya, melakukan kebaikan-kebaikan, dan saling menasihati dalam kebaikan dengan penuh kesabaran.
Memberikan nasihat tidak hanya berlaku bagi seorang suami kepada istri, orang tua kepada anak-anaknya, ataupun orang tua kepada anak muda.
Nasihat bisa dilakukan sebaliknya, dari istri kepada suami, anak-anak kepada orang tua, dan anak muda kepada orang tua. Dalam hal ini, diperlukan kelapangan hati untuk menerima nasihat dari siapa pun jika hal itu benar adanya.
Selain itu, diperlukan ilmu agar nasihat yang disampaikan menjadi berdaya, bukan asal bunyi yang akhirnya dapat menyakiti.
Itulah lima dari beberapa alat ukur kebahagiaan sebuah keluarga. Semoga yang lima ini dapat dijadikan tips keluarga bahagia Anda.
Memulai kehidupan dengan penuh kasih sayang dan bermuara dalam kebahagiaan sejati, bukan kebahagiaan semu yang dapat menipu mata . Selamat menikmati indahnya hidup ini dengan syukur, sabar, qanaah, taat, dan nasihat.
 
Read more »

Kisah Kasih Tulus Si Bocah Polos

image
Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran, namun pelajaran hidup dari mereka yang melakukannya tanpa niat memberi teladan akan sangat mengena. Pelajaran itu datang dari anak-anak yang masih polos, di antaranya sebagai berikut.

Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya.

Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.

Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.
 
Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.

Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab ," katanya.

Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara.

Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembaca acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah !" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai. Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan?

Read more »

14 Januari 2012

Cara Alloh Memberi Sesuatu yang Lebih Baik

Ini cerita tentang Annisa, gadis kecil berusia lima tahun. Suatu sore, Annisa  menemani Bundanya berbelanja di suatu supermarket. Ketika menunggu giliran membayar, Annisa melihat sebentuk kalung mutiara putih berkialuan, tergantung dalam kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Annisa sangat ingin memilikinya. Tapi, dia tahu, pasti Bundanya sangat keberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Bundanya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yg cantik.

Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya untuk bertanya: "Bunda bolehkah Annisa memiliki kalung ini? Bunda boleh mengembalikan kaos kaki yang tadi…". Sang Bunda segera mengambil kotak kalung itu. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000,-. Dilihatnya mata Annisa yg memandangnya dengan penuh harap dan cemas.

Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tidak mau bersikap tidak konsisten. "Oke…Annisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yg kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Bunda akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju?"

Annisa mengangguk lega dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya. "Terimakasih. ..Bunda". Annisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Bundanya. Kalung itu tidak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepaskannya jika mandi atau berenang. Sebab, kata Bundanya, jika basah kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau…

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Annisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya: "Annisa…, Annisa sayang nggak sama Ayah? Tentu dong…Ayah pasti tahu kalau Annisa sayang Ayah! Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu…". Annisa merengek : "Yah…, jangan dong Ayah! Ayah boleh ambil Si Ratu boneka kuda dari nenek! Itu kesayanganku juga". Ayah : "Ya sudahlah sayang…nggak apa-apa!". Ayah mencium pipi Annisa sebelum keluar dari kamar Annisa.

Kira-kira semingu berikutnya setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi: "Annisa…, Annisa sayang nggak sama Ayah? Ayah, Ayah tahu bukan kalau Annisa sayang banget sama Ayah? Kalau begitu berikan pada Ayah kalung mutiaramu".
Annisa : "Jangan Ayah…, tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini". Annisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah memasuki kamarnya, Annisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Annisa rupanya menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam diatas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya. Ayah bertanya : "Ada apa Annisa, kenapa Annisa?"

Tanpa berucap sepatah kata pun, Annisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya. "Kalau Ayah mau… ambillah kalung Annisa". Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Annisa. Kalung itu di masukkan kedalam kantong celana. Dan dari kantong satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih…sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Annisa.

"Annisa… ini untuk Annisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau". Ya… ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Annisa.

Sahabat, demikian pula halnya dengan Allah. Terkadang Dia meminta sesuatu kepada kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau lebih naïf dari Annisa: menggenggam erat sesuatu yang kita amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangannya….

***Finally…,*
*Jangan terlalu gembira atas apa yang diberikan padamu & jangan terlalu bersedih atas apa yang di ambil darimu ***
Mari wujudkan bantuan sebagai solidaritas sesama umat manusia mudah-mudahan Alloh memberi kesabaran, kekuatan lahir dan bathin bagi saudara-saudara kita yang sedang mendapat musibah dan mudah- mudahan Alloh memberi pahala dan ganti yang lebih baik dari musibah yang dialami.

[Sumber: http://www.tijarotanlantabur.com]
Read more »

Ibu Rumah Tangga

Kali ini saya ingin membahas sedikit tentang sosok Ibu Rumah Tangga.. Saat ini, tidak sedikit ibu rumah tangga yang merasa minder dan rendah diri, apabila mencantumkan pekerjaannya di KTP sebagai Ibu rumah tangga.

Padahal banyak wanita setelah direkrut menjadi pegawai negeri, atau bekerja di pabrik-pabrik dan kantoran, mendapatkan gaji sebagai imbalannya, akan tetapi hal itu harus mereka bayar mahal, yaitu dengan rontoknya rumah tangga mereka.
Dari hasil survey disimpulkan, sesungguhnya wanita saat ini sangat keletihan dan 65% dari mereka lebih mengutamakan untuk kembali ke rumah mereka. Saya sering menangani persoalan rumah tangga yang timbul karena sang ibu bekerja kantoran dan sibuk, begitu pula ayahnya.

Anaknya tidak terkendali dan menjadi anak-anak nakal. Kalau sudah begini saya menyarankan ibunya untuk mengalah dan lebih banyak di rumah untuk lebih dekat dan bisa mengontrol anak anaknya… Banyak wanita yang mulai mencoba memulai karirnya sebagai ibu rumah tangga, bahkan ada wanita yang biasa bekerja di kantoran, untuk menyemangati dirinya ada yang sampai menerapkan apa yang biasa dikerjakan di kantor dengan pekerjaaan di rumah.

Pada waktu pagi hari dia membuat catatan yang harus dikerjakan hari ini yaitu: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection… Dan beberapa jadwal lainnya. Rencana yang dibuat sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga.

Dia ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat purchase order; acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba dia istilahkan dengan meeting supplier; sedangkan incoming inspection adalah istilah untuk rapi-rapi rumah. Semua dia lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.

Saya perhatikan ternyata menjadi ibu rumah tanggapun tidak semudah yang dibayangkan, Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan, kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.

Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard dan satpam,(untuk anak dan suaminya nich..hehe), yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem. Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.

Jika dalam perusahaan seorang wanita bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga.tentu tidak bisa begitu saja pekerjaan di rumah ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena capek ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji` berupa pahala tak terhingga dari Allah swt.

Juga `bonus` berupa surga jika patuh pada suami.Haruskah “beban” yang begitu berat masih digantungkan juga dengan harus mencari nafkah? Agama tidak melarang wanita bekerja, karena Siti Khadijah istri Rasulullah SAW adalah seorang pengusaha (entrepreneur), akan tetapi Islam menghendaki agar wanita melakukan pekerjaan/ karir yang tidak bertentangan dengan kodrat kewanitaannya, dapat menjaga kehormatan diri dan kemuliaannya.

Jadi kalau ada wanita iman yang berprofesi penuh sebagai ibu rumah tangga, janganlah malu bila ada yang menanyakan pekerjaannya. Jawablah dengan lantang dan kepala tegak ”Pekerjaan Saya adalah Ibu Rumah Tangga”.Karena inilah pekerjaan paling mulia di muka bumi.

Oleh: Tito Irawan
Read more »

Mati Bukanlah Akhir Cerita Kehidupan

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sebentar untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup. Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati.

Karena mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Maka dari itu, kita selalu menjaga sunnah Nabi setiap hari.sunnah-sunnah Nabi SAW itu adalah:

1. Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
2. Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

3. Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

4. Jaga shalat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.

5. Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersodakoh, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersodakoh setiap hari.

6. Jaga wudhu terus menerus, karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

7. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Dzikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berdzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya.

sumber :http://wargaldii.com/mati-bukanlah-akhir-cerita-kehidupan.html
Read more »