31 Agustus 2012

Puasa Syawal 6 Hari

puasa Syawal

Setelah 1 bulan berpuasa wajib di bulan Ramadhan, maka di bulan Syawal umat muslim disunnahkan berpuasa 6 hari. Ternyata hal ini tak semata-mata berpahala jika dikerjakan, namun menurut ahli gizi, puasa Syawal terbukti menyehatkan.
Fungsi puasa Syawal adalah meredam shock atau kaget pada sistem pencernaan yang sebelumnya mengalami perubahan pola makan. Setelah sebulan berpuasa, maka pencernaan idealnya menyesuaikan diri selama 3 hari hingga 1 minggu sebelum harus bekerja kembali secara normal.
Hal ini seperti diungkap Prof. Dr Hardinsyah, ahli gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam situs detikhealth;
“Sampai hari ketiga setelah lebaran, sebaiknya pilih makanan yang lembut-lembut. Tubuh perlu adaptasi di masa peralihan,”
Pun, jumlah asupan makanan idealnya tak langsung banyak, melainkan bertahap. Sedikit-demi sedikit porsinya.
Dengan menjalankan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, maka perubahan pola makan yang sudah satu bulan sebelumnya, tak mendadak terjadi. Sehingga proses pencernaan dapat mengalami penyesuaian terlebih dahulu.
Dapat dikatakan bahwa puasa Syawal adalah masa transisi bagi pencernaan, sebelum kembali bekerja secara normal. Hikmah lainnya, tentu saja pahala Anda akan bertambah, yaitu seperti berpuasa selama setahun penuh, demikian dalam sebuah hadist.

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL
Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).
Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu 'alaihi wasalllam bersabda:
"Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "Shahih" mereka.)
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. " (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: "Salah satu sanad yang befiau miliki adalah shahih.")
Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (tebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.
Sumber :
http://sidomi.com/121680/puasa-syawal-6-hari-terbukti-menyehatkan/
Read more »

[Kisah]: Jangan Menyerah – Milikilah Harapan

Cerita Inspiratif: Jangan Menyerah – Milikilah Harapan

Berikut ini adalah sebuah kisah nyata yang inspiratif dari Alex W. Miller seorang penulis yang bekerja di The Walt Disney Company. Ia-lah yang menulis sebuah buku cerita anak-anak berjudul “Beyond The River”:

Bagi kebanyakan orang, kelulusan adalah hari yang sangat menyenangkan – puncak dari kerja keras bertahun-tahun. Tetapi kelulusanku... tidak.
Aku ingat akhir pekan dua tahun yang lalu. Keluarga dan teman datang dari berbagai negara untuk melihat kita berjalan di panggung. Tetapi seperti tiap orang di angkatanku, aku melihat keadaan ekonomi berubah dari buruk menjadi semakin buruk. Kita lulusan yang memiliki gelar, tetapi prospek yang sangat terbatas. Banyak lamaran pekerjaanku tidak diterima dan aku tahu pada hari berikutnya, saat rumah yang aku sewa sudah sudah habis waktunya, aku tidak akan lagi memiliki tempat yang disebut rumah.
Kamu tahu perasaan itu, saat kamu bangun dan hanya diliputi oleh ketakutan? Ketakutan terhadap sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan – rasa kegagalan terus menghantui sampai kamu berharap bahwa segala sesuatu yang terjadi sejauh ini hanya mimpi buruk? Perasaan itu terjadi terus menerus dalam hidupku. Sehari seperti seminggu, seminggu seperti sebulan, dan bulan-bulan yang terasa seperti kemelaratan tiada akhir. Dan bagian yang paling membuat aku frustasi adalah tidak peduli berapa kali aku mencoba, aku seperti tidak membuat kemajuan apapun.
Jadi apa yang aku lakukan untuk menjaga kewarasan diriku? Aku menulis. Menulis kata-kata dalam tiap halaman membuat segalanya tampak sedikit lebih jelas – sedikit lebih cerah. Tulisan itu memberiku harapan. Dan jika kamu sangat menginginkan sesuatu... kadang sedikit harapan adalah yang kamu butuhkan!
Aku menyalurkan rasa frustasiku ke dalam sebuah buku anak-anak. Beyond The River adalah sebuah cerita kisah kepahlawanan seekor ikan kecil yang menolak untuk menyerah dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.
Dan kemudian suatu hari, tanpa memiliki gelar dalam menulis ataupun kontak dan relasi dalam dunia tulis menulis – hanya dengan kerja keras dan ketekunan – aku ditawari kontrak penerbitan untuk buku pertamaku! Setelah itu, perlahan-lahan segala sesuatu mulai jatuh pada tempatnya. Aku ditawari kontrak untuk buku kedua. Kemudian, beberapa bulan kemudian, aku dipanggil wawancara dengan The Walt Disney Company dan dipekerjakan setelah itu.

Jangan menyerah. Meskipun segala sesuatu terlihat suram sekarang, jangan menyerah. Dua tahun lalu aku meringkuk di mobilku memakan sup dingin. Segala sesuatunya kini berubah. Jika kamu bekerja keras, memberikan waktu, dan tidak menyerah, segala sesuatu akan selalu lebih baik. Seringkali mimpi kita hanya berada di hulu sungai... apa yang kita butuhkan adalah keberanian untuk mendorong diri kita ke seberang.

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Cerita-Inspiratif/cerita-inspiratif-jangan-menyerah-milikilah-harapan.html
Read more »

30 Agustus 2012

[Kisah]: Batu Besar Dalam Hidup

Cerita Inspiratif: Batu Besar Dalam Hidup

Sesuatu untuk dipikirkan...
Beberapa waktu lalu aku sedang membaca sebuah artikel seorang ahli di bidang manajemen waktu. Suatu hari si ahli ini berbicara di depan sekumpulan mahasiswa bisnis dan untuk mengungkapkan suatu poin, ia menggunakan sebuah ilustrasi yang tak akan pernah dilupakan mahasiswa itu. Setelah aku membagikannya pada kamu, kamu juga tak akan melupakannya.
Saat orang ini berdiri di depan sekumpulan para mahasiswa pintar dan berprestasi ia berkata, “Oke, saatnya kuis.” Ia kemudian membawa sebuah galon air, sebuah guci besar dan menatanya di sebuah meja di depannya. Ia melanjutkannya dengan membawa satu lusin batu berukuran kepalan tangan dan dengan hati-hati memasukkannya satu per satu ke dalam guci tersebut.
Saat guci tersebut terisi sampai ke atas dan tidak ada lagi batu yang muat di dalam, ia bertanya, “Apakah guci ini sudah penuh?” Setiap orang di kelas berkata, “Ya.” Kemudian ia berkata, “Benarkah?” Ia menunduk dan mengambil satu ember kerikil. Kemudian ia menumpahkan beberapa kerikil ke guci dan mengguncang-guncangkannya, menyebabkan kerikil tersebut berhasil menempati ruang-ruang di antara batu-batu. Ia tersenyum dan bertanya sekali lagi, “Apakah guci ini sudah penuh?” “Mungkin belum,” salah satu mahasiswa menjawab. “Bagus!” ia menyahut. Dan kemudian ia menunduk lagi dan mengambil satu ember pasir. Ia mulai menumpahkan pasir dan pasir itu mengisi ruang kosong di antara batu dan kerikil. Sekali lagi ia bertanya, “Apakah guci ini sudah penuh?” “Belum!” Kelas itu serentak menjawab. Sekali lagi ia berkata, “Bagus!” Kemudian ia mengambil satu kendi berisi air dan mulai menuangkannya ke dalam guci sampai meluap. Ia melihat para mahasiswa dan bertanya, “Apa poin dari ilustrasi ini?”
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Poinnya adalah, tidak peduli seberapa penuh jadwalmu, jika kamu berusaha dengan keras, kamu akan selalu bisa memasukkan beberapa kegiatan lain ke dalamnya!” “Bukan,” pembicara itu menjawab, “Bukan itu poinnya. Yang sebenarnya diajarkan ilustrasi ini adalah: Jika kamu tidak memasukkan batu besar pertama kali, kamu tidak akan pernah bisa memasukkan semuanya.”

Apa batu besar dalam hidupmu? Sebuah proyek yang ingin kamu selesaikan? Waktu untuk bersama orang yang kamu cintai? Sebuah tugas berat? Sebuah pekerjaan yang sulit? Ingatlah untuk memasukkan batu-batu besar ini pertama kali, atau kamu tidak akan pernah bisa memasukkan semuanya.

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Cerita-Inspiratif/cerita-inspiratif-batu-besar-dalam-hidup.html
Read more »

29 Agustus 2012

[Kisah]: Bagaimana Kamu Menangani Kesulitan

Cerita Inspiratif: Bagaimana Kamu Menangani Kesulitan

Seorang anak perempuan mengomel kepada ayahnya tentang kehidupannya dan bagaimana keadaan sungguh sangat berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana ia menanganinya dan ia ingin menyerah. Ia lelah untuk terus bertarung dan berjuang. Sepertinya ketika satu masalah diselesaikan timbul masalah lain.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur, lalu mengisi 3 panci dengan air dan meletakkannya di api. Tak lama, air di ketiga panci itu mulai mendidih.

Di satu panci ia meletakkan wortel, di panci lain ia meletakkan telur, dan di panci terakhir ia meletakkan biji-biji kopi. Ia membiarkannya mendidih, tanpa berkata sepatah kata apapun.
Anak perempuannya dengan tidak sabar bertanya-tanya dalam dirinya apa yang ayahnya lakukan. Ia memiliki masalah, dan ayahnya membuat ramuan aneh. Setengah jam kemudian, sang ayah berjalan ke kompor dan mematikan apinya. Ia mengambil wortel dan telur lalu meletakkannya di piring. Kemudian mengambil kopi dari panci terakhir dan meletakkannya di gelas.
Sang ayah bertanya, "Sayang apa yang kamu lihat,"

Dengan cepat, ia menjawab, "Wortel, telur, dan kopi."


Sang ayah membawanya lebih dekat dan memintanya untuk meraba wortel. Ia melakukannya dan merasakan wortel itu sudah lunak. Sang ayah lalu menyuruhnya mengambil telur yang sudah direbus itu dan memecahkannya. Setelah membuka cangkang telur, ia mengamati isinya yang padat. Akhirnya, sang ayah menyuruhnya untuk meminum sedikit kopinya. Wajahnya berkerut merasakan kekuatan rasa kopi itu.


Ia bertanya, "Apa maksud dari ini semua ayah?"


Sang ayah menjelaskan, "Setiap benda ini mengalami hal yang sama, 100 derajat air panas. Tetapi setiap benda bereaksi secara berbeda."


"Wortel pada mulanya masuk dengan keadaan kuat dan keras. Tetapi setelah melalui air mendidih, ia menjadi lunak dan lemah."


"Telur sangatlah rapuh. Cangkang luar yang tipis melindungi cairan di dalamnya. Tetapi setelah berada dalam air mendidih, dalamnya menjadi mengeras."


"Akan tetapi biji kopi adalah unik. Setelah mereka berada di air mendidih, ia menjadi semakin kuat dan kaya rasa dan baunya." "Yang mana dirimu?" Sang ayah bertanya pada anak perempuannya.


Ketika kesulitan menjumpaimu, bagaimana kamu menanggapinya?


Apakah kamu adalah wortel, telur, atau biji kopi?


Apakah kamu wortel yang terlihat kuat, tetapi dengan sedikit rasa sakit, kesulitan, panas kamu menjadi lesu dan lunak tanpa kekuatan?


Apakah kamu telur, yang awalnya memiliki hati yang lunak dan semangat yang terus mengalir seperti cairan? Tetapi setelah sebuah kematian orang terdekatmu, sebuah perpisahan, sebuah perceraian, sebuah PHK kamu menjadi keras dan kaku. Cangkangmu terlihat sama, namun kamu hati dan jiwamu berubah menjadi sangat keras dan kaku.


Atau kamu seperti biji kopi? Biji kopi tidak mendapatkan rasa dan aroma yang kuat sampai ia dipanaskan dalam air mendidih 100 derajat. Ketika keadaan semakin buruk, kamu justru semakin baik. Ketika hari-hari semakin kelam, ujian-ujian semakin berat, jiwamu justru naik ke level selanjutnya.


Bagaimana kamu menangani kesulitan? Apakah kamu wortel, telur, atau biji kopi?


Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Cerita-Inspiratif/cerita-inspiratif-bagaimana-kamu-menangani-kesulitan.html 
Read more »

28 Agustus 2012

[Kisah]: Di Mana Kamu Bisa Menemukan Kekayaan

Cerita Inspiratif: Di Mana Kamu Bisa Menemukan Kekayaan 

Seorang petani Afrika mendengar cerita tentang petani lain yang menghasilkan jutaan dolar dengan menemukan tambang permata. Cerita ini membuat si petani bersemangat, ia tidak dapat lagi menunggu untuk menjual tanah pertaniannya dan pergi mencari permata sendiri.
Lalu ia menjual tanah pertaniannya dan menghabiskan seluruh hidupnya berkelana di benua Afrika, namun pencariannya akan permata yang berharga tinggi di pasar dunia itu ternyata gagal.
Akhirnya, karena merasa hancur, lelah, dan putus asa, ia menjatuhkan dirinya ke dalam sebuah sungai dan tenggelam.
Sementara itu, kembali ke tanah pertanian, lelaki yang membeli tanah pertanian itu kebetulan melewati sebuah sungai kecil di tanah itu, ia melihat sesuatu yang mengkilap di dasar aliran air. Ia mengambilnya. Itu adalah sebuah batu yang mengkilap - sebuah batu berukuran sedang - dan mengaguminya, ia kemudian menaruhnya di mantel dengan penuh rasa ingin tahu.
Beberapa minggu setelahnya, seorang tamu mengagumi batu itu, melihatnya dengan dekat, menaruhnya di tangannya dan nyaris pingsan. Ia bertanya pada petani itu apakah ia tahu apa yang ia temukan. Saat petani itu berkata tidak, bahwa ia berpikir itu hanyalah sebuah potongan kristal, tamu tersebut berkata pada dirinya bahwa ia menemukan salah satu permata terbesar yang pernah ditemukan.
Petani itu terkejut. Ia berkata bahwa sungai itu penuh dengan batu seperti ini, dan tanah pertaniannya ditutupi oleh permata. Memang tidak semuanya besar seperti yang ada di mantelnya, namun batu-batu itu banyak bertaburan di sepanjang tanah pertanian.
Tak perlu dikatakan, tanah yang dijual oleh petani yang pertama supaya ia bisa mencari tambang permata, ternyata menjadi tambang permata paling produktif di seluruh benua Afrika.
Petani pertama sudah memiliki berhektar-hektar berlian, tetapi dijual hampir tidak seberapa, hanya untuk mencarinya di tempat lain.

Moral cerita ini sudah jelas
Jika petani pertama mengambil sedikit waktu untuk mempelajari dan menyiapkan dirinya untuk belajar seperti apa bentuk permata itu saat masih belum dipoles - dan, sejak ia sudah memiliki tanah, untuk dijelajahi secara menyeluruh sebelum mencari di tempat lain -jika saja ia melakukannya - impiannya akan tercapai.

Setiap dari kita, saat ini, berdiri di tengah-tengah berhektar-hektar permata milik kita sendiri.
Jika setiap dari kita memiliki kebijaksanaan dan kesabaran untuk mulai menjelajahi diri kita sendiri, kita akan menemukan bahwa kita ini memiliki kekayaan yang dibutuhkan untuk bisa sukses dalam apa pun usaha yang kita lakukan.

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Cerita-Inspiratif/dimana-kamu-bisa-menemukan-kekayaan.html
Read more »

Bagaimana Cara Memilih Teman Sesungguhnya?

Di dalam hidup, kamu dapat berteman dengan siapa saja dan tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi ketika sudah berbicara masalah teman sesungguhnya, kamu harus memilih dengan hati-hati karena menemukan teman sesungguhnya itu bukanlah hal yang mudah. Terlalu banyak teman palsu di luar sana, menaruh jebakan. Jangan sampai jatuh ke dalamnya. Ini adalah indikasi teman sesungguhnya yang perlu kamu tahu.
 1. Mereka dapat dipercaya dan diandalkan
Letakkan kepercayaanmu dengan hati-hati. Teman sesungguhnya tidak akan pernah membocorkan rahasia teman baiknya. Mereka akan, dan selalu akan, menyimpannya dengan penuh tanggung jawab. Aku punya cara sederhana yang bisa membantumu untuk menentukan apakah temanmu dapat dipercaya atau tidak. Lihat saja, ketika kamu berbicara satu sama lain, jika temanmu suka menceritakan sesuatu yang rahasia mengenai teman baiknya yang lain. kamu dapat bertaruh bahwa mereka akan melakukan percakapan yang sama kemudian dengan temannya yang lain.
2. Mereka membawamu ke arah yang positif
Saat kamu berteman dengan mereka, tanyakan dirimu sendiri, "Saat aku bersama mereka, apakah aku berkembang dengan baik? Apakah ada perubahan positif dalam hidupku?" Teman sesungguhnya akan membawamu ke jalan yang benar, lainnya, hanya akan menjerumuskanmu ke dalam jurang.
3. Jujur dalam perkataan dan tindakannya
Teman yang tidak ragu untuk mengkritik saat kamu salah dan menolongmu untuk memperbaikinya, adalah teman yang baik. Sedangkan teman yang selalu setuju terhadap yang kamu katakan, tidak akan menolongmu untuk bertumbuh. Memiliki beberapa perbedaan dalam persahabatan adalah sesuatu yang sehat. Itu akan membantumu untuk berpikir dari sudut pandang yang lain. Ingat, temang sesungguhnya menusukmu dari depan, teman palsu menusukmu dari belakang.
4. Mau berkorban di saat kritis
Teman sesungguhnya akan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan bebanmu. Tentu saja, mereka tidak meminta sesuatu kepadamu sebagai gantinya. Mereka sudah senang bisa menolongmu. Tetapi ingat apabila suatu hari mereka butuh bantuan, kamu juga rela berkorban bagi mereka.
5. Kamu bisa menjadi dirimu sendiri dan merasa nyaman ketika bersama dirinya
Sudah jelas. Pilih teman yang membuat kamu merasa nyaman, sehingga kamu tidak perlu menutupi kekuranganmu dan kamu tidak takut menunjukkan siapa kamu sebenarnya.
6. Mengerti dan menerima kamu apa adanya
Itu berarti mereka menghargai setiap aspek yang kamu punya, baik maupun buruk. Kualitas persahabatan ditentukan dari kualitas hubungan dan interaksi, daripada kualitas individu yang terlibat.

Mempunyai teman baik merupakan hadiah yang luar biasa. Treasure it! :)

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Persahabatan/bagaimana-cara-memilih-teman-sesungguhnya.html
Read more »

27 Agustus 2012

Pilih-pilih dalam Persahabatan, Baik atau Buruk?

Ini merupakan pertanyaan yang sudah banyak memberikan pro dan kontra. Beberap orang berkata, "Kamu harus mempunyai banyak teman, jangan hanya bergaul dengan yang itu-itu saja. Saat kamu punya pergaulan yang luas, kamu akan memiliki banyak keuntungan."
Dan yang lainnya berkata, "Kamu harus pilih-pilih teman, jika tidak, beberapa dari mereka akan mempengaruhimu dengan hal-hal buruk.
Oke, aku mengakui bahwa 2 opini tersebut mempunyai poin yang bagus. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Bergaul bebas dengan semua orang, atau mempersempit persahabatan kita dengan orang-orang tertentu saja? Jawabanku adalah kita perlu mempersempitnya, tetapi dengan catatan yang harus diperhatikan.
Mengapa kita harus pilih-pilih?
Aku punya sedikit cerita tentang ini. Ketika aku di SMP, aku mempunya dua teman yang cukup populer. Teman pertamaku, ia memiliki banyak teman dari berbagai latar belakang dan karakteristik. Dari yang paling alim dan rajin, maniak games, sampai pengguna narkoba. Tetapi, meskipun memiliki banyak teman seperti itu, ia tetaplah sama dan tidak melakukan hal-hal yang negatif. Dan kemudian, teman keduaku, ia adalah salah satu murid yang paling cemerlang di sekolah. Tetapi, setelah mengenal rokok dan narkoba, ia mulai berubah dan prestasinya menurun drastis.
Apa artinya itu?
Aku pikir, setelah membaca ilustrasi di atas, kita dapat menilai efek positif dan negatif dari sebuah persahabatan. Tidak semua orang di dunia adalah orang yang baik. Ada penjilat, pemfitnah, penusuk dari belakang, pembohong, oportunis, orang menyebalkan yang mengintai di luar sana. Kita tentu tidak ingin seseorang menusuk kita dari belakang dengan tindakan dan kata-katanya atau banyak orang tahu rahasia kita karena kita menceritakannya pada orang yang salah, kan? Itulah mengapa kita harus pilih-pilih. Pilih-pilih berarti kita memilih teman yang benar-benar tulus dan jujur pada kita, memberikan kenyamanan, dan membawa kita ke arah yang positif. Pilih-pilih bukan berarti kita anti-sosial atau ingin menjadi pertapa, tetapi lebih ke masalah prioritas. Aku selalu berkata pada diriku sendiri, "Aku tidak perlu banyak orang di hidupku dan memiliki jadwal yang penuh untuk bersosialisasi. Aku lebih memilih orang-orang yang jujur dan tulus bersamaku, daripada bergaul dengan orang-orang yang hanya sekedar untuk mengisi waktu agar tetap sibuk."
Kesimpulan
Di awal artikel ini, aku berkata bahwa kita harus pilih-pilih tetapi dengan catatan. Catatan itu adalah, kita dapat berteman dengan siapa saja, sungguh. Tidak peduli mereka datang dari etnis, latar belakang, karakteristik, atau tabiat yang berbeda. Tetapi ketika seseorang berusaha untuk merusak prinsip hidupmu, memberi pengaruh buruk, atau mengeksploitasi dirimu untuk keuntungan dirinya sendiri, bertindaklah tegas! Belajar untuk berkata tidak!

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Persahabatan/pilih-pilih-dalam-persahabatan.html
Read more »

Pentingnya Tetap Berhubungan dengan Temanmu


Hey, Tahukah kamu tentang sebuah game komputer yang fenomenal yang bernama The Sims? Sebuah game simulasi dimana kita dapat melakukan banyak kegiatan sehari-hari di dalam game. Banyak orang suka memainkannya.
Aku sendiri suka bermain The Sims karena aku dapat melakukan apapun tanpa konsekuensi di kehidupan nyata. Well, di samping mendapatkan kesenangan dari bermain game itu ( game ini sangat adiktif :) ), aku juga belajar banyak hal. Salah satunya adalah persahabatan. Dalam permainan itu, karakterku mempunyai banyak teman, dan kemudian setelah bermain beberapa lama, aku lupa berkomunikasi dengan teman lama karakterku. Hasilnya, ketika aku bertemu dengan mereka lagi, nilai persahabatanku (aku lupa istilah tepatnya, tapi semacam itu-lah) dengan mereka berkurang. Aku tidak bisa mengakses beberapa percakapan yang sebelumnya bisa kulakukan. Aku juga tidak bisa bercanda seperti dulu lagi (Jika aku melakukannya, mereka tidak akan suka dan bahkan mengurangi nilai persahabatanku lebih jauh).  
Apa poin-nya? 
Tetap Berhubungan  
Dari cerita tentang The Sims di atas, kita dapat belajar bahwa apabila kita tidak berhubungan dengan seseorang dalam waktu yang lama, maka hubungan kita akan menjadi lemah. Hubungan yang lemah itu seperti efek bola salju, lama-lama semakin besar. Ketika kita dan teman baik kita tidak pernah bertemu dan berhubungan (katakanlah) 10 tahun. Makan ketika kita bertemu satu sama lain, akan ada perasaan ganjil diantara kita. Kita membutuhkan beberapa saat untuk membiasakan diri kembali sebelum kita dapat bergaul seperti dulu lagi.

Kesimpulan
Banyak orang melupakan ini karena biasanya saat kita berada dalam lingkungan yang baru, kita akan mendapatkan teman baru juga. Tetapi aku ingin mengingatkanmu bahwa teman baik itu bukanlah sesuatu yang mudah didapat. Bahkan bisa aku katakan teman baik itu seperti hadiah dari Tuhan. Sulit didapat mudah untuk hilang. Kamu tentu saja tidak ingin persahabatanmu dengan teman lamamu menjadi sia-sia karena kamu tidak pernah berhubungan lagi. Maka dari itu, mulai dari sekarang, berpikirlah mengenai beberapa orang yang dulu pernah menjadi teman baikmu, kemudian hubungilah. Kadang, saat kamu berada dalam keputus-asaan dan membutuhkan bantuan, mereka akan dengan senang hati menolongmu. Kamu tidak pernah tahu, bukan? :)

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Persahabatan/pentingnya-tetap-berhubungan-dengan-temanmu.html
Read more »

Mengenal Karakteristik Dirimu Saat Bertengkar dengan Teman

Nge-betein banget kan kalau lagi berantem sama sahabat. Kok, kayaknya komunikasi kita sama dia nggak berjalan dengan baik. Nah, kita harus mengenali karakteristik / tipe diri kita saat bertengkar dengan teman:
  
1. Tipe Silent-Resent
Indikasi:
*Jangan harap kita bakal terus terang ke sahabat soal masalah yang ada
*Dalam hati kita bete pada sahabat
*Kita sudah menyiapkan rencana buat membalas si sahabat dengan cara apapun.
Inside us:
Hati jadi nggak tenang. Debaran jantung juga makin kencang setiap kali ingat atau melihat sahabat. Cape, dehh..
The effect:
Kita jadi merasa nggak nyaman setiap kali ketemu dia. Kalau ngobrol, pasti jadi nggak tenang karena rasa marah kita nggak bisa disalurkan dengan benar.
What we need:
Menahan rasa marah tapi mengubahnya jadi dendam pastinya nggak enak banget. Cara ini malah lebih banyak menguras energi dibanding dengan langsung berterus terang ke sahabat. Gimana kalau mulai minta tolong teman lain untuk bantu kita ngobrolin masalah ini ke sahabat?
2. Tipe Pasif-Agresif
Indikasi:
*Kita suka bikin joke yang menyinggung sahabat, dan tetep... dengan senyum. Misal, dengan bilang ke teman lain, “Itu, lho, sahabatku yang baikkkk banget. Saking baiknya, sampai aku ditinggalin.”
*Setiap kali sahabat bertanya kenapa kita berubah, kita bakal bilang, “Oooh, nggak ada apa-apa. Perasaanku nggak penting,” dengan muka senyum sinis.
Inside us:
Kita sadar jadi kelihatan munafik dan malah makin merasa bete karena hal ini.
The effect:
Sahabat mungkin malah nggak sadar atau menganggap kita childish. Setiap obrolan yang muncul malah bikin suasana makin panas!
What we need:
Stop memakai joke-joke yang menyindir dan pakai, deh, kalimat-kalimat yang lebih lengkap dan jelas untuk bilang apa yang kita mau.
3. Tipe Drama Queen
Indikasi:
*Setiap kali marah ke sahabat, kita langsung bilang terus terang dengan nada keras dan mungkin ditambah dengan gerakan fisik kayak nunjuk-nunjuk wajahnya.
*Kita nggak segan untuk berantem dengan sahabat di muka umum. Meledak-ledak banget.
Inside us:
Kita merasa puas banget! Tapi di lain sisi, kadang bikin kita menyesal.
The effect:
Buat orang lain, kita kelihatan kayak ibu tiri yang kejam. Siapapun yang sebenarnya salah, orang sudah bakal men-cap kita sebagai sahabat yang jahat. Persahabatan kita juga terancam bubar karena sahabat jadi takut dengan kita.
What we need:
Menahan rasa marah sampai hati sudah tenang dan cari momen yang pas buat ngobrol dengan sahabat. Jujur memang bagus, tapi lebih oke kalau kejujuran itu cuma didengar oleh sahabat yang memang punya masalah dengan kita.
4. Tipe Talkshow
Indikasi:
*Setiap masalah diobrolin dengan tenang di pojok kelas, kamar, atau sofa yang cozy banget.
*Setelah kita bilang apa yang kita rasa, kita kasih kesempatan buat sahabat untuk curhat soal perasaannya.
Inside us:
Memulai obrolan pasti susah banget. Tapi semakin lama kita ngobrol, hati kita juga makin tenang, dan kita makin rileks. Keep up the good work!
The effect:
Mungkin ada hal-hal nggak terduga yang akhirnya terbongkar di sesi ngobrol ini dan bikin hubungan kita agak sedikit kaku. Tapi lama-lama bakal ‘lumer’ lagi, kok.
What we need:
Menjaganya supaya komunikasi kayak gini bisa bertahan dalam persahabatan kita. Sip! Kalau ternyata justru sahabat kita yang nggak bisa terbuka, kita saja yang yang ajari dia untuk lebih open. Dengan cara nunjukin kalau kita bisa dipercaya dan selalu jujur ke dia.

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Persahabatan/tips-persahabatan-mengenal-karakteristik-dirimu-saat-bertengkar-dengan-teman.html
Read more »

Bagaimana Menghibur Temanmu Ketika Merasa Sedih

Ada sebuah pepatah, teman yang sesungguhnya adalah orang yang mendekatimu di saat seluruh dunia menjauhimu. Ya, sahabat yang baik adalah orang yang ada untuk memberikan support di saat waktu sulit dan seseorang yang dapat diandalkan Namun seringkali, kamu bingung bagaimana untuk menenangkan dan menghibur temanmu itu. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat temanmu membutuhkan penghiburanmu:

1. Dengarkan dahulu
Dengarkan apa yang ia ceritakan, jangan memotong pembicaraannya sebelum ia selesai atau meminta pendapatmu. Fokuskan matamu pada dirinya dan jadilah pendengar yang aktif, saat temanmu berhenti sebentar dan melihat reaksimu, ulang apa yang baru saja ia katakan, tetapi dengan kata-katamu sendiri, untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan.
2. Mengatakan hal-hal yang positif
Puji hal-hal yang positif dari dirinya. Ungkapkan apa yang kamu kagumi dari temanmu itu. Buatlah ia berpikir kalau ia masih memiliki kelebihan-kelebihan dan sesuatu yang bisa disyukuri. Contoh: ketika ia baru putus dari pacarnya, kamu dapat menghiburnya dengan mengatakan “kamu masih punya keluarga dan teman yang peduli padamu” atau “kamu cakep / pintar kok, pasti nanti ada cowok/cewek lain yang bisa menghargai kelebihanmu itu
3. Biarkan ia melepas emosinya
Jika ia menangis atau mengungkapkan masalahnya dengan penuh emosi. Biarkan dirinya. Ia hanya ingin melepaskan semua beban pikirannya, jangan menekan mereka untuk menyelesaikan dengan cepat. Setelah ia puas dan merasa lega, maka giliranmu untuk berkata sesuatu.
4. Peluklah dirinya
Pelukan secara umum bisa menyalurkan energi positif seseorang kepada orang lain. Pelukan dapat membuat koneksi antara kamu dan temanmu. Ia akan dapat merasakan rasa cinta, peduli, dan simpatimu terhadap dirinya. Lakukan ini apabila kamu merasa pantas dan tidak membuat risih temanmu itu. (Kadang apabila temanmu itu lawan jenismu, bisa membuat dirinya merasa canggung)
5. Katakan bahwa kamu selalu mendukungnya
Katakan bahwa apapun kesalahan yang ia perbuat atau sesuatu yang ia alami, ia tetaplah temanmu. Kamu akan selalu ada untuknya, mendengarkan, dan membantu dirinya.
6. Tawarkan bantuan
Apabila kamu merasa bisa melakukan sesuatu secara nyata terhadap masalah temanmu. Tawarkan dirinya. Misalnya ketika ia baru saja dikeluarkan dari pekerjaannya, dan kamu memiliki suatu bisnis, kamu dapat mengajaknya untuk bekerja di tempatmu.
7. Ajaklah ia melakukan kegiatan yang ia suka
Setelah temanmu sudah merasa lega, kamu bisa mengajaknya untuk bermain, nonton bioskop, karaoke, pergi jalan-jalan ke mall atau apapun yang ia suka. Dengan melakukan hal yang ia suka, akan menjauhkan dia dari pikiran buruk dan menciptakan semangat baru pada dirinya.

Note:
1. Tidak usah cemas apabila kamu tidak bisa membantu menyelesaikan masalah temanmu. Kadang, ia sudah merasa senang mau didengarkan. Jangan memberikan saran yang kamu sendiri tidak yakin, karena dengan itu kamu hanya menyesatkan dirinya. Apabila ia setuju, kamu dapat mempertemukan dirinya dengan orang lain yang menurutmu bisa membantu dirinya
2. Jangan ceritakan masalahnya pada orang lain. Itu hanya akan membuat temanmu tidak mempercayai dirimu lagi
3. Kalau kamu melihat ia tampak lagi ada masalah, dan ketika kamu bertanya “kamu lagi ada masalah?” , ia tidak ingin menceritakan, jangan tekan ia terus dengan pertanyaan itu karena malah akan membuatnya merasa kesal. Kalau ia sudah benar-benar membutuhkan orang lain, pada akhirnya ia akan bercerita.
4. Hindari pembicaraan mengenai masalahmu sendiri. Meskipun masalahmu memiliki kesamaan dengan masalahnya. Kamu harus mengatakan hal-hal yang positif.
5. Saat ia bercerita, jangan mendengarkan dengan bahasa tubuh yang tampak ogah-ogahan atau malas-malasan.

Sumber :
http://www.lovevirtue.com/in/Persahabatan/bagaimana-menghibur-temanmu-ketika-merasa-sedih.html
Read more »

26 Agustus 2012

Sebuah Kajian untuk Menyelamatkan Pernikahan


Menyelamatkan Pernikahan 

Tak ada seorang pun yang bisa memprediksi takdir yang akan menimpa pada seseorang, termasuk menyelamatkan pernikahan. Jodoh, mati, untung dan celaka adalah wilayah kekuasaan Tuhan. Ada orang yang mengalami pernikahan hanya seumur jagung. Bahkan ada yang lebih tragis yakni hari ini menikah, besok sudah bercerai.

Padahal masa pengenalan berlangsung cukup lama. Dalam pernikahan banyak ditemukan watak dan tabiat baru yang tidak ditemukan ketika masa pengenalan. Jika salah satu tidak toleran, maka banyak mengakibatkan kegagalan dalam pernikahan. Jika anda mengalami shock atau kekagetan atas prilaku pasangan anda yang bertingkah laku aneh atau kasar, maka jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk bercerai.

Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan pernikahan anda. Salah satu yang paling mudah adalah melakukan introspeksi diri serta kontemplasi diri, dimana letak benang merah yang mengakibatkan watak buruk pasangan kita muncul secara tiba-tiba dan sangat mengejutkan. Apakah watak buruk dan kasar pasangan kita ini akibat ketidak puasan atas pelayanan kita selama ini atau banyak beban kehidupan yang harus dipikul olehnya. Jika dialog dan komunikasi mengalami jalan buntu, alangkah baiknya anda segera berkonsultasi dengan psikiater agar menemukan solusi yang tepat.

Jika pasangan anda merasa keberatan untuk diajak ke psiakiater, maka anda bisa melakukan konsultasi psikiater secara pribadi. Ungkapkan secara detail masalah yang menimpa biduk perkawinan anda mulai dari A hingga Z. Minta solusi yang tepat dan terbaik untuk menyelamatkan pernikahan anda. jika psikiater sudah memberikan tips-tips-nya, maka segera laksanakan dalam kehidupan rumah tangga anda. seandainya pasangan anda tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, maka keputusan selanjutnya ada di tangan anda. Usahakan keputusan yang anda ambil berdasar pada segi manfaat dan maslahat yang terbaik bagi anda dan anak-anak anda. jangan anda mengambil keputusan berdasar pada emosi dan kepentingan sesaat. Pasrahkan kepada Tuhan agar DIA memberi jalan yang terbaik bagi anda.

Sumber :
http://tipspernikahan.com/pertengkaran-keluarga/sebuah-kajian-untuk-menyelamatkan-pernikahan/
Read more »

Tips Mencegah Perceraian


Tentang Perceraian 

Di masa ini, angka tentang perceraian dalam rumah tangga menunjukkan peningkatan dibandingkan pada zaman-zaman sebelumnya. Perceraian disebabkan karena berbagai masalah keluarga misalnya pasangan memang belum siap untuk membina rumah tangga karena landasan yang masih belum matang, waktu perkenalan yang sempit, ego yang tinggi, kekerasan dalam rumah tangga, permasalahan anak, permasalahan ekonomi, hingga ketidakcocokan dengan mertua. Rumah tangga yang tidak terbina dengan baik dari awal memang rawan oleh konflik dan perceraian. Untuk menghindari akibat perceraian, berikut beberapa hal penting untuk hindari perceraian.

Perceraian dapat dihindari mulai dari sebelum pernikahan, yakni dengan masa perkenalan yang cukup sehingga Anda dapat mengenal pasangan dengan lebih baik. Hindari perceraian akibat konflik internal yang tak kunjung selesai dapat dicegah dengan duduk bersama dan berkomunikasi. Komunikasi suami istri harus dilakukan dengan kesadaran dan niat kuat untuk hindari perceraian dan memperbaiki pernikahan. Komunikasi yang dilakukan harus dapat mengesampingkan ego guna mencari jalan keluar untuk masalah rumah tangga.

Mungkin melalui komunikasi, diperoleh jalan keluar untuk masalah rumah tangga saat ini adalah menyediakan waktu untuk masing-masing pihak melakukan introspeksi diri. Hal ini adalah langkah awal yang baik untuk hindari perceraian. Melalui masa introspeksi diri, masing-masing pihak dapat lebih tenang dan berpikir lebih objektif. Instrospeksi diri merupakan masa penyadaran untuk kembali mengutamakan kepentingan rumah tangga yang terbina mengingat Anda telah membuat janji komitmen dari awal pernikahan. Dengan introspeksi diri, Anda akan dapat menyadari bahwa tidak ada pasangan yang sempurna bahkan diri Anda sendiri, hanya sikap saling menerima dan memberi dengan tulus yang dapat membuat kebahagiaan dalam rumah tangga. Anda tidak bisa merubah pasangan menjadi seperti yang Anda inginkan, namun Anda bisa mengubah respon diri Anda menghadapi setiap sikap dan perlakuannya.

Langkah-langkah untuk hindari perceraian harus dilakukan sejak dini semenjak Anda menyadari bahwa rumah tangga Anda sedang dalam masalah. Jangan membiarkan masalah berlarut-larut karena dapat menyebabkan masalah rumah tangga Anda mendapat campur tangan berbagai pihak dan menjadi lebih kompleks. Carilah jalan keluar untuk masalah rumah tangga Anda sesegera mungkin. Jika jalan keluar untuk masalah rumah tangga telah ditemukan, Anda berdua harus memiliki komitmen untuk menjalaninya.

Sumber :
http://tipspernikahan.com/mencegah-perceraian/tips-mencegah-perceraian
Read more »

Tips Menjaga Kesuksesan Pernikahan


Pernikahan Sukses 

Ukuran kesuksesan dalam rumah tangga bagi setiap orang tentunya berbeda-beda, seperti layaknya kesuksesan dalam hal membina karier pekerjaan atau meraih posisi penting dan terhormat di masyarakat. Tetapi ketika Anda merasakan kebahagiaan dari pernikahan Anda tentu hal tersebut sudah menjadi tolok ukur sukses untuk sebuah pernikahan secara umum. Tips perkawinan untuk meraih sebuah kesuksesan dalam menjaga pernikahan di beberapa artikel pernikahan nyaris memiliki kesamaan.

Rata-rata sikap yang harus ditempuh pasangan suami istri dalam sebuah ikatan rumah tangga adalah dengan rutin membina komunikasi dan memberikan rasa nyaman bagi pasangan. Rasa nyaman hanya bisa lahir dari sikap sabar, pengertian, pemahaman, dan sikap saling menghargai antar pasangan. Keluarga langgeng merupakan salah satu wujud sebuah pernikahan sukses, karena dianggap pasangan tersebut telah mampu melewati tahapan-tahapan pernikahan dengan baik.

Sebuah pernikahan biasanya melewati beberapa jenjang tahapan. Pada lima tahun pertama disebut sebagai tahap pengenalan, lima tahun kedua disebut sebagai tahap penyesuaian, lima tahun ketiga disebut sebagai tahap pemahaman, lima tahun keempat sebagai tahap cobaan, dan lima tahun kelima disebut sebagai tahap kesuksesan. Dan semua ini hanya bisa dilalui seseorang dengan penuh kesabaran, kesetiaan dan pengertian terhadap pasangannya.

Tidak ada tips perkawinan yang paling jitu, kecuali tips perkawinan yang lahir dari pengalaman sendiri. Kemampuan untuk mengelola permasalahan rumah tangga menjadi sebuah solusi sangat dibutuhkan suami istri dalam menghadapi berbagai macam permasalahan yang timbul dalam rumah tangga mereka. Tips perkawinan terbaik hanya bisa diperoleh dari pasangan-pasangan yang mampu melakukan pengkajian terhadap masalah yang mereka hadapi dan mampu membuat solusi untuk memecahkan masalah rumah tangga mereka tanpa harus mengorbankan ikatan pernikahan.

Sumber :
http://tipspernikahan.com/menjaga-pernikahan/tips-menjaga-kesuksesan-pernikahan
Read more »

Jangan Pernah Memiliki Keinginan untuk Berpisah


Hindari Perceraian 

“Jangan pernah memiliki keinginan untuk berpisah dari pasangan Anda”. Pernyataan tersebut adalah sikap paling utama yang perlu ditanamkan pada diri tiap pasangan yang berniat untuk memulai sebuah ikatan pernikahan. Seperti membangun sebuah rumah, pernyataan tersebut di atas harus dijadikan pondasi agar rumah menjadi kokoh dan kuat. Berusaha untuk menerima semua kelebihan dan kekurangan pasangan merupakan sikap selanjutnya yang perlu dibina pada diri pribadi setiap pasangan suami istri setelah memasuki jenjang pernikahan, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, Anda sekalipun memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai manusia biasa.

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan selalu mensyukuri setiap berkah dan karunia yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa terhadap rumah tangga Anda dengan tidak suka mengeluh dan mencari perbandingan dengan rumah tangga orang lain akan membuat Anda tidak kesulitan menemukan jalan keluar untuk masalah rumah tangga yang Anda hadapi. Hindari perceraian dengan berpikiran besar dan dewasa.

Jangan suka bersikap egois dalam membangun sebuah rumah tangga. Sikap saling pengertian dan menghargai sangat dibutuhkan dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Mementingkan diri sendiri atau membenarkan diri sendiri bukan sebuah tindakan yang tepat sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan masalah rumah tangga yang sedang dihadapi. Permasalahan rumah tangga bisa terselesaikan apabila setiap individu dalam sebuah rumah tangga mau melakukan introspeksi diri dan mengakui kesalahan ketika terbukti melakukan sebuah kesalahan, sementara pasangan yang lain mau berbesar hati dengan memberikan maaf ketika pasangan meminta maaf dan berjanji untuk memperbaiki diri.

Sumber :
http://tipspernikahan.com/mencegah-perceraian/jangan-memiliki-keinginan-berpisah
Read more »

25 Agustus 2012

Hati-hati Memilih Lokasi Tidur Bayi Anda!

 
Di manakah bayi Anda sebaiknya ditidurkan? Apakah satu ranjang dengan Anda atau di ranjang tersendiri?
Para ahli berbeda pendapat mengenai mana yang terbaik..
Sebagian ahli mengatakan bahwa bayi Anda sebaiknya ditidurkan di ranjang tersendiri, karena dengan demikian resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau Sindrom Kematian Mendadak Bayi dapat diperkecil.
Sebagian lagi menolak pendapat ini. Mereka yang menolak berpendapat bahwa dengan memperhatikan beberapa etika, menidurkan bayi satu ranjang dengan ibunya tidaklah membahayakan nyawanya. Bahkan banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh bayi dan sang ibu, diantaranya dapat menumbuhkan jalinan kasih sayang dan kepercayaan yang lebih kuat.
Lalu, Mana yang Seharusnya Anda Praktekkan?
Sebenarnya, ini tergantung pada kenyamanan Anda sebagai ibu. Yang jelas, jika Anda ingin bayi Anda tidur satu ranjang dengan Anda agar Anda dapat mudah menyusuinya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:
  • Baringkan bayi Anda dalam posisi terlentang
  • Letakkan si bayi dekat dengan ibunya, jangan di antara ibu dan ayah
  • Aturlah jangan sampai bayi Anda jatuh karena berguling keluar ranjang
  • Tidurlah di tempat tidur berukuran besar
Jangan tidur satu ranjang dengan bayi Anda jika:
  • Tubuh Anda berukuran besar alias gemuk
  • Anda dalam keadaan sangat lelah
  • Anda seorang perokok
  • Anda tidur di sofa atau kasur air
  • Anda seorang baby sitter
  • Bersama dengan anak lain dan si bayi usianya belum 9 bulan
  • Anda mengenakan perhiasan atau pakaian yang dapat mencekik bayi Anda

    Sumber :
    http://www.tipsbayi.com/hati-hati-memilih-lokasi-tidur-bayi-anda.html
Read more »

Mengapa Mama dan Papa Menjadi Ucapan Pertama Bayi?

Kebanyakan bayi mengucapkan kata-kata ‘Mama’ dan ‘Papa’ sebagai ucapan pertama mereka. Anda tahu kenapa? Sebagian ilmuwan mencoba mengungkapkan penjelasan ilmiahnya..
Yang jelas, Ayah dan Ibu adalah orang-orang yang selalu berada di dekat bayi, sehingga perhatian si kecil terpusat kepada mereka berdua. Nah, ternyata, berbagai bahasa di seluruh dunia semakin mempermudah proses pengucapan ini bagi si bayi, dengan membuat panggilan kepada Ayah dan Ibu menggunakan pola bunyi yang berulang.
Mama…
Dada…
Papa…
Baba…
Ini baru sebagian contoh saja.

Penelitian Otak pada Bayi yang Baru Lahir
Untuk sampai pada kesimpulan ini, penelitian otak telah dijalankan terhadap 22 bayi yang baru lahir berusia 2 – 3 hari. Sementara otak mereka diamati, para peneliti menjalankan rekaman kata-kata tanpa arti kepada bayi-bayi tersebut. Rekaman ini memuat kata-kata yang bunyinya berulang (repetitif) dan juga kata-kata yang tidak berulang. Semuanya tidak memiliki arti.
Ternyata, aktifitas otak bayi bagian kiri depan terlihat meningkat setiap kali rekaman kata-kata yang berulang (repetitif) dimainkan. Sebaliknya, kata-kata tak berulang tidak menunjukkan tanda-tanda respon pada otak bayi.

Kesimpulan
Pada orang dewasa yang tidak kidal, pusat kemampuan berbahasa berada pada bagian otak sebelah kiri. Ini sejalan dengan hasil penelitian terhadap bayi dan semakin menguatkan teori yang menyatakan bahwa manusia dilahirkan dengan kemampuan mempelajari bahasa ibu mereka secara sistematis dan efisien.
Bagian otak yang diciptakan untuk berbahasa pada orang dewasa, tidaklah belajar mengolah bahasa setelah ia beranjak besar, namun proses ini sudah dimulai sejak bayi terlahir…
Makanya, hati-hati ketika berbicara di dekat bayi Anda, karena si kecil sudah bisa merekam perkataan Anda, terutama yang berbunyi repetitif…

Sumber: University of British Columbia, Canada
http://www.tipsbayi.com/mengapa-mama-dan-papa-menjadi-ucapan-pertama-bayi.html
Read more »

Bepergian Membawa Bayi Berusia di Bawah 1 Tahun?

 
Jika Anda berencana untuk pulang kampung atau bepergian membawa bayi, simak beberapa tips untuk menjadikan perjalanan Anda dan si kecil aman serta nyaman…
Bayi yang baru lahir tentu sangat memerlukan perhatian terus menerus dari Anda, sehingga tidak dianjurkan untuk membawanya bepergian jauh.
Namun demikian, jika bayi Anda sudah berusia lebih dari 3 bulan, Anda bisa lebih tenang membawanya dalam perjalanan jauh. Selain kondisi fisiknya yang sudah lebih stabil, pada usia ini bayi Anda tidak akan merasa terganggu dengan berbagai kondisi perjalanan.

Tips Dalam Kendaraan
Jika Anda menggunakan pesawat terbang, sebaiknya Anda menyusui bayi Anda pada saat lepas landas maupun mendarat. Jika ia tertidur pada kedua waktu tersebut, tempelkan saja mulutnya ke payudara Anda.
Jika Anda bepergian dengan mobil, selalulah meletakkan bayi Anda di baby car seat (jok khusus bayi) yang diletakkan di belakang jok supir dengan menghadap ke belakang.
Dalam mobil, jangan meletakkan baby car seat di jok depan, walaupun mobil tersebut dilengkapi dengan kantung udara. Pastikan pula bahwa baby car seat terpasang dengan sempurna dan benar.

Apa Saja yang Harus Anda Bawa?
Berikut beberapa masukan mengenai perlengkapan yang sebaiknya Anda bawa serta. Sebagian merupakan keharusan dan sebagian lagi tergantung kepada jenis dan jauhnya perjalanan Anda…
  1. Krim untuk ruam popok.
  2. Tas atau kantong plastik untuk popok kotor.
  3. Popok bersih secukupnya.
  4. Parasetamol untuk bayi.
  5. Topi pelindung matahari.
  6. Krem pelindung matahari untuk bayi.
  7. Pelindung kaca jendela.
  8. Susu formula (jika Anda bukan ibu menyusui).
  9. Botol berisi air matang.
  10. Makanan bayi.
  11. Celemek makan plastik untuk bayi.
  12. Selimut bayi.
  13. Tempat tidur bayi.
  14. Perlak gendong dan perlak besar.
  15. Pakaian bayi yang mudah menyerap keringat.
  16. Minyak telon.
  17. Tisu basah.
  18. Sabun, shampoo dan bedak bayi.
  19. Jaket bayi.
  20. Kantong muntah.
  21. Lotion anti nyamuk untuk bayi.
  22. Tas mainan.
  23. Kumpulan mainan bayi.
  24. Ransel gendongan bayi untuk yang belum bisa duduk.
  25. Kereta dorong buggy untuk yang sudah bisa duduk.
Pertimbangkan pula untuk membawa pencegah kolik, tetes hidung serta jel tumbuh gigi jika bayi Anda sedang dalam masa pertumbuhan gigi. 

Tips Lain
Hindarkan bayi Anda dari sengatan langsung matahari, terutama antara jam 11.00 – 15.00.
Usahakan untuk membatasi aktivitas perjalanan Anda. Walaupun suasana baru dalam perjalanan bisa menyenangkan untuk bayi Anda, namun ia pun akan cepat lelah. Sebaiknya 1 tujuan perjalanan per hari sudah cukup.
Jauhi tempat-tempat yang padat sebisa mungkin. Bayi Anda akan mudah gelisah pada suasana yang padat dan hiruk pikuk.
Jika Anda menggunakan mobil pribadi, ada baiknya Anda berhenti untuk beristirahat secara berkala. Keluarkan mainan bayi Anda dan bersenang-senanglah dengannya untuk sementara waktu.
Jangan lupa untuk mempersiapkan obat-obatan yang diresepkan dokter untuk bayi Anda, jika ia memang sedang dalam pengobatan atau menderita penyakit tertentu.
Persiapkan semua perlengkapan untuk bayi Anda jauh hari sebelum keberangkatan.
Selamat Bepergian:)  

Sumber :
http://www.tipsbayi.com/bepergian-membawa-bayi-berusia-di-bawah-1-tahun.html
Read more »

24 Agustus 2012

5 Langkah Beradaptasi di Pekerjaan Baru

 
Horeeee.... akhirnya dapat pekerjaan baru!

Eits tunggu dulu....meski gembira dapat pekerjaan baru, tapi, siapkah anda untuk bersaing dan bertahan di lingkungan kantor baru?

Meskipun jajaran pimpinan alias Boss baru akan memberikan toleransi pada karyawan baru untuk adaptasi, banyak hal yang perlu kamu  pelajari di tempat baru, agar tidak tersandung masalah.

Yaa.. namanya juga kantor baru, semuanya juga serba baru. Seperti mengingat nama rekan-rekan kerja baru, atasan baru, hingga peraturan perusahaan. Dari sejumlah survei yang pernah dilakukan oleh para manajer perekrutan pada Robert Half International, ada dua kesalahan utama yang kerap dilakukan karyawan baru.

Pertama, kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dan kedua, malu bertanya.

Nah, agar mampu beradaptasi di tempat kerja baru, cermati lima langkah berikut ini:

* Menghargai budaya perusahaan.

Ikuti budaya dan aturan yang diterapkan tempat kerja yang baru. Misalnya, jangan melanggar jika ada kewajiban mengenakan seragam kantor.

Jangan mentang-mentang baru, lantas tidak mau mengenakan seragam.

 * Open Mind.

Buka mata dan pikiran Kamu.

Pada tahap awal bekerja, usahkan untuk membuka diri. Rebut kepercayaan dan respek dari rekan satu tim.

* Pelajari Seksama Tugas Utama Kamu.

Diskusi dengan atasan, soal tugas utama dan prioritas yang harus dikalukan. Cari tahu juga soal prosedur kerja, dan evaluasi kerja.

 * Jangan Malu Bertanya.

Jika Anda menemui masalah, jangan pernah malu bertanya. Bisa tanya kepada atasan langsung atau rekan kerja yang lebih senior.

 * Jangan Segan Minta penilaian.

Memang Evaluasi resmi baru akan dilakukan beberapa bulan kemudian, tapi tak ada salahnya kamu meminta atasan untuk memberikan penilaian pada bulan pertama, secara informal.

Diskusikan apa yang kurang dari kinerja kamu dan apa solusinya.

Jika 5 langkah ini kamu terapkan, dijamin kamu bisa berkembang di tempat baru dan kamu lebih mengenali tempat barumu. 
 
Sumber :
http://www.gajimu.com/main/tips-karir/lima-cara-untuk-bertahan-di-pekerjaan-baru
Read more »

Tips on Perfect Resume atau Menulis CV

 
Daftar Riwayat Hidup atau Curiculum Vitae (CV) sesungguhnya bisa menjadi gambaran diri anda yang sesungguhnya. Cukup dengan membacanya, seorang manager HRD perusahaan bisa membayangkan sosok anda. Apakah anda orang yang rapi, ceroboh atau bahkan narsis, bisa tercermin dari CV anda. So, hati-hatilah dalam membuat Curiculum Vitae (CV), agar perusahaan tertarik merekrut anda.

Ingin tahu cara membuat Curriculum Vitae atau CV yang menarik? Ini dia jawabannya!

1.Tampilan CV:

Buatlah tampilan CV yang menarik.
Selain susunan kalimat yang sederhana, gunakan kertas yang kualitasnya baik. HVS Putih polos, dan ketik lamaran anda menggunakan komputer.

Jangan membuat CV dengan tulisan tangan jika tulisan anda cakar ayam, karena akan membuat pihak perusahaan pusing dan enggan membacanya.

2. Isi CV:

a.Data diri :
Nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telepon. Cantumkan juga alamat email, karena banyak perusahaan yang kerap memberitahu calon karyawan-nya via email.

b. Riwayat Pendidikan:
Cantumkan riwaya pendidikan formal, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan dengan pendidikan anda.
Sebutkan juga jika anda pernah mendapat beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing.

c. Pengalaman Kerja :
Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis, karena bisa-bisa anda dianggap Kutu Loncat.

d. Pengalaman Organisasi:
Cantumkan jika ada pengalaman organisasi (organisasi profesi, sosial kemasyarakatan atau organisasi kampus)

3. Bahasa:

Untuk Perusahaan asing atau Multinasional, gunakan bahasa Inggris.

4. Foto Diri:

Lazimnya, kirimkan pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 atau 4 x 6 saja. Tak perlu mengirimkan foto full body dengan gaya bak foto model, kecuali jika anda berminat ingin menjadi artis atau presenter televisi.

Bagaimana? Sudah tak bingung lagi 'kan jika harus membuat CV yang OK? Selamat mencoba!
 
Sumber :
http://www.gajimu.com/main/tips-karir/kiat-pekerja/kiat-pekerja/tips-membuat-cv-yang-ok-2
Read more »

Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah

 
Bayangkan Anda harus menyelesaikan setumpuk pekerjaan, ditambah mengerjakan seabreg tugas  kuliah, memang bisa jadi satu alasan yang membuat Anda berpikir 2 kali untuk kuliah. Boro-boro berpikir untuk menambah gelar di belakang nama, untuk mengasah keterampilan lewat kursus atau training saja belum tentu sempat. Apalagi jika status Anda sudah menikah dan memiliki anak! Menurut Rhenald Kasali, Ketua Program Magister Manajemen FEUI, cemas tidak bisa membagi waktu antara kerja dan kuliah, plus keluarga, bukanlah masalah yang tidak bisa dicari solusinya. “Keuntungan melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi adalah investasi jangka panjang untuk karir Anda. Memang stress bisa muncul saat menjalaninya. Tapi, dengan disiplin diri dan kecermatan membagi waktu, Anda pasti bisa melewatinya dengan baik, “ tegasnya. Berikut ini tips agar Anda sukses bekerja sambil kuliah:

1. Kesiapan Diri. 
Cobalah bertanya pada diri sendiri, apakah Anda memiliki keinginan untuk menjawab kebutuhan masa depan. Jika Anda yakin, go for it!

2. Cari Dukungan Lingkungan
Poin ini sangat penting dalam membantu Anda ketika kuliah. Dukungan lingkungan di sini adalah dari lingkungan kerja Anda. Sampaikan rencana Anda secara terbuka pada atasan Anda. Selain bisa mendapat dukungan moril, beberapa perusahaan juga ada yang memberikan dukungan financial. Tentunya, ada upaya take and give. Misalnya, perusahaan akan sangat diuntungkan bila karyawan memiliki kemampuan lebih, memiliki pengetahuan unggul. Secara tidak langsung, hal ini dapat memajukan perusahaan. Lantas bagaimana dengan orang tua, suami/istri atau anak? Asal tahu saja, pengertian dan dukungan keluarga sangat membantu Anda untuk menyelesaikan kuliah.

3. Dukungan Finansial
Yang harus dipenuhi bukan hanya biaya pendidikan, tapi juga biaya lain, seperti buku, jurnal, bacaan pendukung, peralatan kuliah, laptop, kalkulator. Jangan sampai kuliah putus di tengah jalan gara-gara anggaran tak mencukupi. Ukur dulu kemampuan, tapi jangan pernah merasa rugi. Investasi ini yang pasti akan kembali.

4. Siap Belajar
Ketika kembali kuliah, persiapkan diri untuk kembali belajar dan membuat tugas. Misalnya, bila ingin memilih bidang bisnis, tambahlah pengetahuan Anda tentang bisnis dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bisnis sedini mungkin. Jangan menunggu sampai Anda masuk kuliah.

5. Siapkan Mental
Pekerjaan dan kuliah sama-sama menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Apabila persiapan mental kurang, putus kuliah di tengah jalan sangat mungkin terjadi. Mulailah pula belajar untuk terbuka terhadap argumentasi orang lain, bersaing secara sehat, serta berbagi dan bekerja sama.

6.  Bijak Membagi Waktu
Anda perlu membuat rencana 2 atau 3 langkah ke depan. Artinya, bila ada waktu, mulailah mencicil tugas-tugas Anda sebelum ‘jatuh tempo’. Sehingga bila di tengah jalan menghadapi halangan (karena ada tugas luar kota yang tak dapat ditinggalkan, atau ada keluarga yang sakit), tetap dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Bila Anda bisa membaca buku dalam perjalanan ke kantor atau mengerjakan latihan atau kuis sewaktu makan siang, lakukanlah, atau Anda mencari waktu untuk belajar, saat anak-anak menonton tv. Hari-hari libur juga dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas, tentunya setelah anak-anak mendapatkan perhatian.  Prinsipnya, gunakan waktu seefektif mungkin dan minta pengertian pada keluarga Anda.

6. Refreshing
Waktu libur pun sebaiknya dipikirkan dengan baik, Meski hari-hari Anda dipadati oleh jadwal kuliah dan aktivitas kantor, sebisa mungkin, jangan abaikan waktu untuk berisitirahat atau memanjakan diri Anda. Hal ini cukup efektif untuk meng-charge motivasi dan semangat Anda.

Sumber :
http://tipsanda.com/2011/11/26/tip-sukses-kerja-sambil-kuliah
Read more »

Ingin Punya Anak Jenius?

 
Bagaimana rasanya punya anak yang nilai ulangannya A di semua mata pelajaran, selalu jadi juara kelas, menguasai 5 bahasa, menang olimpiade matematika di luar negeri dan jadi pianis cilik ternama.
Sering kita dengar berita-berita tersebut dari cerita tetangga, baca koran, lihat di TV atau dari milist yang ikutin sehari-hari dan kita jadi sangat kagum dibuatnya, hingga timbul pertanyaan “makannya apa sih?” atau “belajarnya gimana?” dan berbagai pertanyaan lainnya…, tapi seringkali kita berhenti sampai disitu. Dan selanjutnya kita beraktifitas seperti biasa menganggap rutinitas yang kita jalani sudah yang paling benar, wupps, hati-hati loh karena:

Fakta 1: hampir semua orang tua ingin punya anak yang pintar, cerdas apalagi jenius
Fakta 2: sebagian besar orang menganggap bahwa anak pintar, cerdas dan jenius adalah keturunan
Fakta 3: keturunan memang menentukan, tapi hanya sebagian kecil, sebagaian besarnya ditentukan oleh lingkungan dan pendidikan
Fakta 4: pendidikan yang diberikan pada usia dini 0-5 thn (masa Golden Age) sangat menentukan untuk  perkembangan otak, kepribadian dan kebiasaan anak, hal ini sering disebut juga sebagai stimulasi dini
NAH LOH…!!!
jadi, sudahkah kita memberikan lingkungan dan pendidikan yang tepat untuk anak kita? dan sejak usia dini?, karena layaknya pohon yang rindang, teduh serta berbuah banyak dan manis-manis akan bisa kita dapatkan bila sejak bibit rajin kita siram, pupuk dengan kasih sayang.
Jadi, kalo pengin anak cerdas, pintar dan jenius…jawabannya adalah sudahkah bayi kita cerdas, pintar dan jenius?

Beberapa Ciri Anak Jenius menurut Joseph Renzulli (1986) dalam blog e-psikologi , anak yang jenius itu memiliki ciri-ciri mental sebagai berikut:
  1. Punya kemampuan yang luar biasa (above-average) dalam bentuk kelebihan di bidang tertentu atau di bidang umum
  2. Punya kemampuan yang bagus dalam menangani suatu tugas dengan komitmen dan motivasi yang luar biasa
  3. Punya kreativitas yang luar biasa hebatnya 
Selain punya ciri-ciri mental di atas, hasil study Dr. Linda Silverman (1997-2007) dalam blog e-psikologi, direktur Gifted Development Center, Canada, mengungkapkan ciri-ciri lain, seperti  di bawah ini:
  • Punya kemampuan bernalar yang bagus
  • Bisa belajar dengan cepat
  • Punya perbendaharan kata yang luas
  • Punya kemampuan mengingat yang bagus
  • Bisa konsentrasi lama pada hal-hal yang menarik bagi dirinya
  • Sensitif perasaannya dan mudah merasa “tertusuk”
  • Cepat menunjukkan rasa peduli
  • Perfeksionis
  • Intensif
  • Punya kepekaan moral
  • Punya rasa ingin tahu yang tinggi
  • Punya minat yang kuat
  • Punya stamina yang bagus
  • Lebih suka bergaul dengan yang lebih tua / dewasa
  • Punya banyak minat di beberapa hal
  • Lucu dan “gemesin”
  • Suka membaca
  • Perhatian terhadap rasa keadilan dan fairness
  • Bisa mengambil keputusan dengan matang untuk anak yang seusianya
  • Suka mengamati
  • Gemar berimajinasi
  • Punya banyak  akal
  • Cenderung suka mempertanyakan otoritas
  • Punya kecakapan dalam hitung-menghitung
  • Bagus dalam permainan jigsaw puzzles atau yang semisalnya
Bagi kita yang melihat anaknya menampilkan sebagian atau keseluruhan ciri-ciri atas, perlu kita baca sebagai petunjuk untuk mengungkap atau perlu kita syukuri dengan memfasilitasinya, bukan memupuskannya.  Kata Buckminster Fuller, yang paling sering memupuskan kejeniusan anak-anak adalah orang dewasa di sekitarnya. Banyak orangtua yang malah bingung melihat anaknya yang sensitif dengan otoritas, misalnya protes terhadap keadilan atau perlakuan yang fair. Padahal, itu bisa kita baca sebagai petunjuk jangan-jangan kita dikasih rejeki anak yang hebat melebihi kita. Siapa tahu ‘kan? Sebab, jika melihat fakta di lapangan, seringkali anak jenius itu dilahirkan Tuhan dengan sebab-sebab yang sangat tersembunyi. Ada yang lahir dari keluarga gedongan, tapi ada juga yang lahir di rumah kontrakan. Ada yang lahir dari orangtua terdidik, tapi ada yang  tidak. Dan seterusnya dan seterusnya.

Oleh karena itu jika kita mempunyai putra yang mempunyai ciri tersebut diatas, maka yang wajib kita lakukan adalah
  1. Mengarahkan bukan mengatur
  2. Membimbing bukan mendikte
  3. Beri kesempatan berkreatifitas bukan mematikan kreatifitas
  4. Memfasilitasi kebutuhannya bukannya melarang dan menakutinya
  5. Beri kesempatan berbicara bukan membatasinya
itulah kewajiban kita sebagai orang tua atau guru jika memiliki anak/murid yang mempunyai seperti di atas.
Sumber :
http://bayipintar.wordpress.com/
Read more »

Jangan Lewatkan "Usia Emas"

Rasulullah SAW bersabda: “Belajar di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu”, akan terus berbekas sampai dewasa nanti. Usia dini (di bawah 6 tahun) merupakan masa-masa emas (golden age). Pada masa ini terjadi perkembangan syaraf otak yang luar biasa. Anak akan mudah sekali menerima informasi dan menyerap fakta yang diinderanya. Dengan begitu jangan pernah melewatkan masa-masa emas ini karena tidak akan pernah kembali. Ajarkan Islam pada mereka, tentu dengan cara dan bahasa yang yang tepat sesuai dengan tahap perkembangannya. Bacaan-bacaan shalat yang masih kita hafal sampai sekarang bukankah juga yang diajarkan dan dihafalkan waktu kecil?

Biasakanlah mengucapkan kalimat-kalimat thoyibbah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar saat kita dan anak-anak melihat keindahan ciptaanNya dan mensyukuri semua nikmatNya. Bacakan buku-buku cerita tentang Rasulullah, agar anak mengenal nabinya sekaligus menjadikannya sebagai idola. Membacakan buku cerita disamping akan mendekatkan kita dengan si kecil juga akan sangat membantu mengasah perkembangan bahasanya. Gunakan kesukaan anak melakukan eksplorasi di usia ini dengan memberikan stimulasi sebanyak-banyaknya dengan tetap memperhatikan kemampuan anak.

Untuk menanamkan rasa kepeduliannya terhadap orang lain, ajaklah anak untuk beramal, misalnya dengan memberikan sedekah kepada peminta-minta atau biarkan anak yang memasukkan uang di kotak infak ketika mengikuti kajian-kajian keIslaman. Ajaklah anak berdiri disamping kita setiap akan melakukan shalat lima waktu. Pakaikan mukena atau sarung kecil yang nyaman, biar anak juga tahu bahwa aurat harus ditutup ketika melakukan shalat. Biarkan dia mengerakkan badan sebisanya, dan sangat mungkin belum sampai salam si kecil sudah berlari.

Dengarkan ayat-ayat Al-Qur’an sesering mungkin. Ajaklah dia duduk disamping kita saat membaca Al-Qur’an. Jangan kaget, kalau tiba-tiba si kecil lancar membaca salah satu Surat yang pernah dia dengar, walau mungkin mahrojnya belum sempurna. Biasakan mengucapkan doa sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah bangun tidur, dan juga doa-doa lain yang biasa kita ucapkan. Sering-seringlah diajak ke tempat-tempat pengajian agar anak terbiasa dalam majlis-majlis ilmu. Dan jangan lupa, untuk anak perempuan biasakan menutup aurat dengan busana muslimah yang mungil. Pilihlah bahan yang enak dipakai agar anak merasa nyaman. Semoga anak-anak kita menjadi cahaya mata yang menyejukkan… 
 
Sumber :
http://www.al-khilafah.org/2011/07/jangan-lewatkan-usia-emas.html 
Read more »

Tips Memberi Stimulasi Anak di Masa Golden Age

 
Masa emas (Golden Age) adalah masa-masa dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemuadian hari. Walaupun beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa golden age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau 0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka. Oleh karena itu masa Golden Age sering pula dikenal dengan “masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. Di masa-masa inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual. Berikut ini adalah tips dalam memberikan stimulasi/rangsangan anak pada masa golden age guna mengoptimalkan kecerdasan mereka:

1. Stimulasi yang Anda berikan bisa berupa pengalaman di alam terbuka.  
Untuk anak-anak pengamatan mereka akan alam sangat detil. Anak-anak biasanya akan belajar banyak dengan hanya mengamati. Orang tua bisa bercerita tetang alam dan binatang. Jawablah pertanyaan anak dengan bahasa mereka yang sederhana. Dan lebih banyak ajukan pertanyaan untuk menggugah rasa ingin tahu anak.

2. Anak juga belajar dengan mengamati dan meniru Anda. 
 Maka sebagai orang tua Anda bisa menstimulasi mereka dengan menjadi teladan anak. Kalau Anda senang membaca, kemungkinan besar anak pun akan demikian.

3. Jangan berikan target, tetapi hargailah anak atas usahanya.  
Kalau anak diberi standar-standar harus bisa membaca pada usia sekian, anak harus pandai membaca, mkaa anak akan mati-matian menyenangkan orang tuanya walaupun hati mereka tidak bahagia.

4. Pujilah mereka atas usahanya.  
Berikan mereka reward atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku, taman pintar, water boom dan lain-lain.

5. Berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak seusia mereka.  
Berilah mereka kasih sayang dan rasa aman sehingga mereka pun akan sanggup memberi kasih sayang pada sesamanya. Di masa golden age, jika peran orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan terkenang selamanya dan membawa pengaruh positif di kehidupan dewasa mereka kelak.

Sumber :
http://tipsanda.com/2009/02/07/tips-memberi-stimulasi-anak-di-masa-golden-age/

Read more »